BAB 24

1289 Kata

TANGISAN Lithania menyayat hati. Dia terlihat menderita. Meronta kuat dengan tangan mengepal dan kaki menendang udara.  Bianca tergopoh masuk. Wanita itu menggendong bayinya. Terkesiap saat menyentuh kening Lithania yang panas. Dengan panik dia mengaduk tas mencari thermometer digital yang tidak pernah lupa dibawa ke mana-mana. "Sabar ya, Sayang," bujuk Bianca Lithania yang merajuk tidak nyaman karena dipaksa mengepit pengukur suhu tubuh itu. Bianca meraba celana Lithania. Kering. Dia pun melengos saat Bianca menyodorkan d**a. Menolak disusui. Berarti sumber kerewelannya memang demam ini. "Gimana? Masih panas?" tanya Albizar yang masuk setelah berpakaian. Dia menyampirkan selimut menutupi tubuh telanjang sang istri.  Bianca cuma mengangguk. Karena khawatir sampai tidak sanggup bicara.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN