BAB 40

1044 Kata

“Iya, kita nggak perlu ART yang bisa masak kan?” “Ya sudah, terserah kamu. Kan kamu yang bakal ketemu dia tiap hari.” “Baiklah kalau begitu, Ibu. Sulis mau kan dapat majikan baru?” tanya wanita paruh baya. “Injih, Bu,” sahut Sulistyani lirih. Albizar membayar biaya administrasi, pendek kata menebus biaya hidup calon ART-nya selama menumpang hidup di yayasan. Jumlahnya tidak banyak. “Nanti gaji Sulis ditransfer ke rekening yayasan saja, Pak. Kami yang akan mengurus pembayaran ke Sulis. Kalau ada apa-apa, bisa pulangkan Sulis ke sini,” kata Bu Yayah lagi. Di rumah, Sulis ditempatkan di sebuah kamar berukuran empat meter persegi dekat ruang cuci baju. Dia gadis yang rajin. Pukul setengah empat sudah bangun. Setelah salat subuh melakukan pekerjaan rumah tangga kecuali memasak. Usaha Alb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN