BAB 41

1091 Kata

"BI, kamu nggak liat jam tanganku?" Albizar berkali-kali membolak balik kotak-kotak koleksi jam tangan di laci. Bianca mengerutkan alis, seingatnya hanya Albizar yang selalu membuka laci itu. Albizar sebenarnya tidak hobi mengoleksi jam tangan. Hanya saja setelah papanya, Hilbram Parama wafat, seluruh koleksinya diwariskan pada Albizar. Bagi Hilbram Parama, jam tangan bukan sekadar berfungsi sebagai penunjuk waktu, tetapi juga penentu status sosial seseorang. Semakin eksklusif dan mahal jam tangan yang Anda pakai, semakin berkelas pula penampilan Anda. "Jam tangan yang mana?" Bianca bangkit dari pembaringan ikut bergabung dengan Albizar di depan lemari. "Yang talinya biru, rencananya mau aku pakai buat untuk menggaji karyawan The Parama Kitchen Bali selama penghasilannya belum stabil."

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN