Siang itu lalu lalang orang-orang di lobby menatapku yang berjalan menuju ruangan Adit. Tadinya, aku menyuruh Rara atau Ansell ke ruangan Adit tapi mereka nggak mau dengan alasan Adit akan kecewa kalau yang datang mereka. Alasan macam apa itu? Saat aku masuk ke ruangan Adit aku melihat seorang wanita dengan blazer merah duduk di depan Adit. “Masuk, Nik.” Seru Adit. Aku menyerahkan berkas laporan kepada Adit tanpa mengatakan apa pun. Lalu aku menyadari sesuatu kalau pandangan wanita itu tertuju padaku. Aku menoleh padanya dan dia tersenyum padaku. Aku membalas senyumnya ala kadarnya. Aku lagi nggak bisa diajak untuk tersenyum ataupun diajak ngobrol. Aku butuh moodboster. Dan moodboster terbaik adalah minuman dingin atau es krim atau kopi dingin. Ya, semacam itu. “Ini ud

