Kalina memiliki seorang anak berusia tujuh tahun bernama brownie. Hening lama. Aku dan Adit memandangi wajah anak itu dengan seksama. Rambutnya merah dan kulitnya putih. Dia fokus menikmati es krimnya. Mamah tampak kecewa pada Kalina tapi anak bungsunya itu tampak santai-santai aja. “Bagaimana bisa kamu memiliki anak saat usiamu 19 tahun dan kami nggak tahu, Lin?” Adit tampak syok. “Saat melahirkan Brownie, aku nggak pulang selama setahun setengah. Badanku kurus nggak ada yang tahu aku hamil. Semuanya terjadi begitu aja. Brownie diasuh babysitter selama aku kuliah.” “Dan kamu baru memberitahu kami sekarang?” Adit masih nggak percaya dengan apa yang dilihatnya. Anak kecil berusia tujuh tahun yang menatapnya sembari menikmati es krim rasa vanila. “Siapa ayahnya?” tanya mamah

