AUTHOR POV
Serly, sudah sampai di parkiran rumah sakit, saat mau turun dari dalam mobil, tiba-tiba , dia di kejutkan dengan sesosok pria yang sudah berdiri di depan mobilnya. Pria itu reyhan. Serly sama sekali tidak ingin menemui nya, hinaan reyhan masing terngiang-ngiang di telinganya, hatinya sakit dan hancur. Serly pun langsung keluar dan berusaha menghindari reyhan dengan pura -pura tidak melihatnya. Namun usaha serly menghindar sia-sia, reyhan menarik tangan serly, sehingga serly susah melanjutkan langkahnya.
“lepaskan,….” Ucap serly dingin , namun reyhan tetap tidak mau melepaskan “aku bilang lepaskan “ nada serly sedikit tinggi .
“aku gak mau melepaskan sebelum kamu maafin aku” reyhan meminta dengan paksaan
“lepaskan, sebelum aku teriakin kamu rampok, biar orang-orang di sini menghajar kamu” ancam serly
“teriakin saja, kalau itu membuat kamu memaafkan aku, aku rela” reyhan pasrah
“ok” serly pun berteriak “tolong, tolong , tolong ada rampok, tolong” reyhan yang melihat keseriusan serly untuk meneriakinya rampok mulai panik, orang-orang mulai berdatangan dan menghajar reyhan. Melihat reyhan sudah dihajar oleh beberapa orang, serly pun pergi meninggalkannya.
Tiba-tiba dara datang dan menyelamatkan reyhan dari amukan massa “kamu kenapa bisa di gebukin orang -orang “ tanya dara
Reyhan mencoba menjelaskan permasalahannya, kenapa dia bisa di gebukin orang-orang di parkiran rumah sakit , dara terkekeh mendengar penjelasan reyhan “hahaha, salah sendiri kenapa kamu sakiti hatinya serly, ini Namanya senjata makan tuan, hahahaa”
“dokter kok begitu, aku Cuma mau minta maaf pada nya itu aja” reyhan berusaha memberi pembelaan pada dirinya.
“aku kenal banget serly, dia memaafkan itu gak semudah kamu menyakitinya, semua butuh proses” sambil mengobati beberapa luka di wajah dan tangan reyhan
“aku lihat dokter tau banyak tentang serly, “ tanya reyhan pada dara
“ya jelas, kita sudah berteman selama 10 tahun, dari masa sekolah, jadi luar dalemnya serly aku udah tau, kalau menghadapi laki-laki kayak kamu gini mah, kecil bagi serly” jelas dara
“apa dokter kenal alex?” dara tiba-tiba terkejut mendengar pertanyaan reyhan
“kamu dari mana kenal sama alex?” dara menanya reyhan balik
“dari mantan pacar aku” jawabnya lemas
“alex itu mantan pacar serly, mereka sudah 5 tahun pacaran. Alex itu seorang dokter spesialis bedah. Tapi sayang hubungan serly dan alex harus berakhir karena alex memilih wanita lain, dan menikahi wanita itu”
“serly di selingkuhi?” reyhan memperjelas ucapan dara
“kurang lebih seperti itu” dara memperjelas ucapannya
“apa wanita yang alex nikahi bernama diandra?” reyhan semakin penasaran sekali dengan kisah masa lalu serly dengan alex, sehingga dia tak berhenti bertanya pada dara.
“kurang tau ya , soalnya aku dan juga serly gak pernah bertemu dengan wanita itu,” dara mencoba menjelaskan pada reyhan “eh tapi tunggu , sebelumnya alex pernah menitip surat undangan pernikahannya pada serly, tapi serly tidak pernah mau membukanya”
“surat undangannya mana?” tanya reyhan pada dara
“sama serly, masih ada apa udah di buang, aku juga kutang tahu” tambah dara
Reyhan ingin sekali melihat surat undangan itu dengan memintanya pada serly, tapi saat ini serly masih belum memaafkannya.
“buk dokter bisa gak bantu saya?” tambah reyhan
“bantu apa?, kalau kamu minta bantuan pada saya agar serly memaafkan kamu, sorry saya gak bisa, saya tahu bagaimana sifat serly, dia memang orang yang baik, gak tegaan, tapi kalau masalah seperti ini, saya mohon maaf serly gak suka urusan pribadinya di ikut campuri” jelas dara
“ia aku paham, kalau begitu aku permisi ya dokter, terima kasih sudah membantu mengobati luka saya”
“ya, sudah jadi tanggung jawab saya”
Reyhan pun keluar dari ruangan dara
******************
Reyhan pov
Sudah hampir 5 jam reyhan menunggu serly di parkiran, namun serly belum juga keluar dari rumah sakit
“serly kok lama sih, seharusnya , dia kan harus pergi makan siang” reyhan menggaruk-garuk kepalanya, padahal dia bukan ketombean. Dia mulai bosan, dan berputus asa. Tiba-tiba serly keluar Bersama dara, reyhan buru-buru bersembunyi, dia takut serly melihat dirinya, dan akan menghindar lagi.
Reyhan pun membuntuti mobil serly dari belakang. Tiba-tiba mobil reyhan mendahului dan berusaha menghalangi mobil serly. Serly terkejut , dia tiba-tiba menghijak rem, hingga kepala nya terbentur ke stir mobil. Reyhan pun keluar dari dalam mobil nya dan berdiri di hadapan mobil serly. Serly yang melihat hal ini sangat kesal sekali, ia pun menghampiri reyhan.
“maksud kamu apa sih, pinggirkan mobilnya, saya mau lewat” teriak serly
“tidak , aku gak akan membiarkan kamu pergi, sebelum kamu maafin aku” reyhan menolak untuk meminggirkan mobilnya
“kamu jangan stress ya, aku mau makan siang, minggir “ serly mencoba menarik tangan reyhan, namun tarikan itu berubah menjadi pelukan. Betapa terkejut serly ketika reyhan memeluk dirinya.
“please,… maafkan aku dokter serly” nada reyhan memohon
“lepasin” serly berusaha melepaskan dirinya dari pelukan reyhan “jangan kurang ajar ya,..aku benci dengan orang yang terlalu berambisi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya, kamu pikir dengan kamu melakukan ini padaku , aku akan berpikir untuk memaafkan mu, maaf kamu salah menilaiku reyhan, aku bukan wanita seperti yang kamu pikirkan, malahan dengan sikap kamu yang seperti ini aku akan tambah membencimu, sangat-sangat membencimu” serly menatap reyhan dengan penuh kemarahan. Dia tidak menyukai sikap reyhan yang terlalu berambisi menghalalkan segala cara agar serly dapat memaafkannya.
“baik, kalau cara ku salah , aku terlalu berambisi mengharapkan kata maaf darimu, maka aku juga akan nekat bila kamu tidak memaafkan aku” ancam reyhan
“maksud kamu apa?” serly sedikit panik mendengar ucapan reyhan
“kamu mau aku menjadi anak yang baik kan serly, merawat mamaku, melindungi mamaku, jadi mama meminta satu syarat kalau aku tidak mendapatkan maaf dari mu, maka mama tidak akan mengizinkan aku untuk merawat dan menjaganya serly, jadi kalau aku juga tidak bisa mendapatkan kata maaf darimu, dan tidak bisa juga merawat dan menjaga mama ku, lebih baik aku mati aja, untuk apa lagi aku hidup didunia ini kalau aku tidak bisa menjaga orang yang aku sayangi, dan juga telah menyakiti wanita yang berhati mulia seperti mu” reyhan berjalan menuju ke tengah jalan
“hai kamu jangan nekat ya, kamu pikir dengan melakukan ini semua akan selesai, mama kamu akan sedih dan menderita akan kematianmu, hei pergi dari sana” serly berteriak-teriak, namun reyhan tetap berdiri di tengah jalan menadahkan kedua tangannya, berharap ada kendaraan yang ingin menabraknya.
Serly semakin panik, ketika dilihatnya sebuah truck melaju dengan sangat kencang kearah reyhan, seketika serly berlari kearah reyhan, dan menariknya sehingga serly dan reyhan sama-sama terjatuh. Tanpa disengaja, kepala reyhan terbentur mengenai pembatas jalan.
“rey, kepala kamu berdarah, kamu harus segera di bawa kerumah sakit” serly semakin panik melihat reyhan yang sudah bersimbah darah
“tidak serly, aku Cuma butuh maafmu, jangan bawa aku” reyhan menggenggam tangan serly dengan kuat
“tidak reyhan, kamu harus ke rumah sakit, aku ,…aku sudah memaafkanmu, aku memaafkanmu reyhan” tanpa serly sadari air matanya menitik, ia tak menyangka reyhan nekad melakukan ini demi kata maaf dari nya.
“terima kasih serly” tiba-tiba reyhan pun pingsan
*******
Serly pov
Serly berteriak meminta pertolongan
“tolong….tolong, “ orang-orang pun berlarian mendekati serly dan reyhan.
“ayo mbak bawa ke rumah sakit, cepat” beberapa orang membantu mengangkat reyhan masuk ke dalam mobil serly, dan serly pun bergegas membawanya ke rumah sakit.
Serly dengan cepat memberikan pertolongan pertama dengan reyhan. Keringatnya terus bercucuran saat membersihkan luka yang mengenai kepala reyhan. Untung luka itu tidak terlalu parah, hanya butuh beberapa jahitan. Tak berapa lama selesai menangani reyhan yang terluka, tiba-tiba dara datang menghampiri serly
“bagaimana keadaan reyhan ser?” tanya dara yang sedikit penasaran
“lukanya udah aku bersihkan dan sudah juga di obati kok” nada serly sedikit lemas
“kenapa bisa reyhan seperti ini ser?” dara begitu penasaran, karena tadi pagi reyhan masih terlihat baik-baik saja, ketika bersamanya.
Serly, duduk di kursi tunggu , lalu mengusap wajahnya “aku juga gak tau dar, semua terjadi begitu cepat, reyhan nekat mau bunuh diri kalau aku gak maafin dia” jelas serly
“ya ampun ser, reyhan nekat amat, reyhan kok bisa sih berpikiran seperti itu” dara menyesalkan perbuatan reyhan
“itu juga yang aku tidak suka, sikapnya yang suka berambisi untuk mendapatkan sesuatu itu aku gak suka, terkesan memaksa” serly tampak kesal
“apa ibu maysa sudah dihubungi?” dara mengingatkan serly
“oh belum dar, tolong hubungi mamanya ya,… aku mau ganti baju dulu, semua bajuku terkena darah reyhan”
“ia, pergi sana”
**************