EPISODE 12

1185 Kata
Tampak bu maysa sedang duduk dengan kursi roda di samping  reyhan yang  dirawat, terlihat impus masih terpasang, dan reyhan juga belum siuman. serly pun masuk ke ruangan itu. “bu maysa…., kapan sampainya?” “tidak begitu lama nak, reyhan kenapa nak serly, apa dia baik-baik saja?” ibu maysa menangis melihat kondisi anaknya terbarik di ranjang . “udah ibu maysa jangan sedih atau pun khawatir, reyhan baik-baik aja kok buk, kepalanya Cuma terbentur dan ada  beberapa jahitan, tapi gak bahaya kok, ibu jangan khawatir ya, ibu lebih baik pulang istirahat, biar serly yang jaga dan rawat reyhan samapai sembuh dan bisa pulang lagi ke rumah, serly janji. Lagi pula ibu kan dalam masa penyembuhan pasca oprasi, jadi tidak baik seperti ini” jelas serly pada bu maysa “Tapi nak, “ “ibuk,… tenang aja, ada serly, kalau ada apa-apa serly akan cepat hubungi ibuk” tambah serly “baik lah nak, ibu pamit dulu ya, jagakan dia untuk ibuk” ibu maysa memohon pada serly “ia buk” Ibu maysa pun pulang di antar supir dan suster nya. Serly pun berusaha menepati janjinya pada ibu maysa. Dia pun mengkabari tantenya kalau dirinya tidak pulang malam ini ke rumah dengan alasan ada lembur. Tante Sandra sedikit pun tidak merasa curiga. Serly menjaga reyhan, hingga serly tertidur pulas di sofa yang ada di samping ranjang reyhan. Reyhan pun akhirnya siuman , kepalanya sedikit pusing. Di lihatnya serly sedang tertidur pulas, reyhan menatap serly sambil tersenyum “kamu memang wanita pilihan ser, selain cantik, kamu juga seorang dokter yang baik, perhatian, dan juga bertanggung jawab, aku semakin kagum padamu” . tiba-tiba senyuman reyhan terhenti karena serly sudah dari tadi terbangun. Betapa malunya reyhan, karena serly melihatnya senyum-senyum sendiri, sambil menatapnya. “kamu kenapa senyum-senyum, apa ada yang salah? “tanya serly pada reyhan “oh , gak kok, aku Cuma bahagia aja karena kamu sudah maafin aku” sangkal reyhan, padahal dari tadi pikirannya sudah melayang-layang entah kemana mengagumi serly. “kamu kenapa sih, nekat sekali , kalau kamu sempat di tabrak truck itu beneran gimana, mungkin kamu bukan di sini lagi, tapi udah di pemakaman “ ucap serly ketus pada reyhan Reyhan tersenyum, “aku nekat karena kamu” “karena aku” serly kaget “ia , aku gak mau kamu menilai aku sebagai orang yang jahat, orang yang memiliki sikap kurang ajar dan lainnya, aku mau kamu tahu kalau aku adalah reyhan Kusuma, yang selalu memiliki sikap dan prilaku yang baik” Serly hanya terdiam, matanya menatap reyhan tajam “ya udah, kamu makan, itu  makanannya udah ada di atas meja” “ia buk dokter” ucap reyhan sambil tersenyum “gimana makannya buk dokter cantik, tangannya susah” ucap reyhan sedikit manja “manja amat sih” serly pun keluar, di panggilnya seorang suster untuk membantu reyhan makan “sus, tolong ya , pasien kita ini susah buat makan, mohon di bantu ya” serly memasang wajah ingin tertawa pada reyhan “baik dokter” ucap suster itu Reyhan tampak kesal, karena dia berharap kalau serly lah yang akan membantunya untuk makan, namun keinginannya sepertinya tidak terkabul, karena serly telah meminta seorang suster untuk menggantikannya. ******** Author pov Sudah tiga hari reyhan dirawat di rumah sakit, maka sudah tiga hari pula serly, bolak-balik merawat reyhan. Selesai mengobati beberapa pasien, serly pun ke kamar reyhan di rawat. “bagaimana keadaanmu, apa sekarang lebih baik?”tanya serly pada reyhan yang sedang duduk di ranjang “alhamdulillah , sekarang jauh lebih baik” “syukur lah, kalau keadaannya membaik lagi,  kamu boleh pulang” Reyhan tak berbicara , matanya tetap memandang serly. “kamu kenapa?” serly bingung dengan sikap reyhan “dokter serly,…. Maafkan aku ya, karena aku telah salah menilaimu saat itu, aku tau aku salah, kamu berhak membenciku, aku malu pada mu dokter” reyhan tertunduk malu, raut wajah penyesalan terpancar di wajahnya “aku udah memaafkan kamu kok”  sambut serly. Reyhan kaget mendengar ucapan serly. Matanya berkaca-kaca menatap serly. “beneran?” tanyanya tak percaya “ia, sebelum kamu meminta maaf, aku udah memaafkan kamu kok” tambah serly lagi Reyhan tersenyum bahagia “ aku boleh gak nanya kamu sesuatu?” tiba-tiba reyhan bertanya pada serly “mau tanya apa?” serly balik bertanya “dulu kamu pernah bertanya kan pada ku, ada masalah apa , antara aku dan alex?” reyhan mencoba mengingatkan pertanyaan yang pernah serly tanyakan padanya. Serly hanya mengangguk. “kamu tahu dokter serly, kita berada di posisi yang sama?” ucapan reyhan semakin membuat serly bingung “maksud kamu?” tanya serly penasaran “alex mantan pacar kamu kan?” tambah reyhan. Serly mengangguk sekali lagi “kamu tahu, dengan siapa alex berselingkuh?” . serly menggelengkan kepala, menandakan dia tidak mengenal selingkuhan alex. “selingkuhan alex, adalah wanita yang waktu itu bersamanya saat kami berkelahi, dia adalah pacaku “ tambah reyhan “maksudmu, alex selingkuh Bersama pacarmu?” tanya serly tak percaya Reyhan Cuma mengangguk , serly seakan tak percaya. Dunia seakan terasa sempit baginya. “kenapa semua terjadi secara kebetulan ya” ucap serly seakan menutupi kesedihannya, dia berbicara sambil tertawa. “semua tidak ada yang kebetulan dokter, semua ini takdir “ jelas reyhan pada serly. Serly hanya terdiam, matanya mulai berkaca-kaca. “kalau mau menangis, menangis lah dokter serly, aku siap mendengarkan semua kesedihanmu, anggap dengan cara ini aku membalas kebaikanmu” tambah reyhan “tidak rey, aku tidak sedih kok” serly berbohong pada reyhan, padahal sudut matany tampak sudah berair. “dokter, saat ini, bukan Cuma dokter yang merasakan sakit dikhianati tetapi juga aku” tambah reyhan mengingatkan serly “ya, kamu benar, rey” “kamu tahu dokter, mantan pacar aku itu Namanya diandra. Bukan Cuma menghianatiku dengan berselingkuh dengan alex, tapi dia juga telah menipu aku selama ini , dia mengenalkan alex padaku sebagai sepupunya, aku yang bodoh ini karena terlalu mencintainya begitu mudah mempercayainya. Bahkan diandra juga sudah menipu aku uang senilai 200 juta, bahkan kejahatan mereka tidak sampai di sana, diandra dan alex  mencoba mencuri rancangan projekku , untuk menjatuhkan perusahaanku” jelas reyhan pada serly Serly kaget mendengar menjelasan reyhan “ya ampun reyhan, aku tidak menyangka kamu sekarang sekuat ini, setelah apa yang telah kamu alami “ serly tampak simpati pada pristiwa yang telah terjadi pada reyhan “ia dokter, karena hal itu lah membuat aku sibuk hingga tidak memperdulikan mama. Dan saat dia sakit aku tidak ada di sampingnya, aku juga merasa sedikit parno’ . ketika ada orang lain tiba-tiba mau membantu aku dan keluarga aku, aku mengira bahwa orang itu pasti memiliki niat tertentu, seperti diandra lakukan padaku, aku tau , semua orang tentu berbeda, namun ke kwatiranku akan penghianatan diandra membuat aku trauma” tambah reyhan “rey, sekarang aku tau, mengapa kamu melakukan itu padaku, maafkan aku kalau aku salah menilaimu” tambah serly , yang mulai menaruh rasa kagum pada kekuatan hati reyhan. “aku juga dokter, maafkan juga aku, yang telah salah menilai dirimu” ujar reyhan Serly, tersenyum, wajahnya terlihat manis membuat reyhan semakin tambah mengaguminya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN