Authour pov
Serly, membantu mengemasi pakain reyhan ke dalam tas, karena hari ini reyhan sudah diperbolehkan dokter pulang. Serly yang merasa memiliki janji pada mama reyhan, harus mengantarkan reyhan sampai ke rumahnya, reyhan tampak sangat senang. Hatinya seperti sedang bertaburan bunga-bunga. Seketika reyhan lupa akan semua masalah-masalahnya. Reyhan lupa pada diandra dan juga alex. Di hati dan pikirannya hanya ada bayangan dan nama serly. Seperti nya reyhan sedang BUCIN pada dokter serly. Di perjalanan reyhan berusaha curi-curi pandang pada serly. Sesekali serly kembali menatapnya.
“kamu kenapa sih dari tapi memandang aku terus? “ tanya serly bingung dengan sikap reyhan “aku gak konsen nyetir ni, karena kamu pandangin terus” ucap serly manja
Reyhan terkekeh , “hehehe, ia, maaf ya buk dokter, soalnya buk dokter manis banget” gomabal reyhan
“halah, gombal,…gak ngaru tau” serly tersipu malu dengan gombalan reyhan yang sedikit tapi terasa di hati serly.
“ya… , udah kalau gak ngaru, oya dokter, sekali lagi makasi ya” reyhan berusaha memberikan senyuman termanisnya pada serly
“iya, oya panggil aja serly, gak usah panggil ibu dokter segala, inikan bukan lagi di rumah sakit” serly hanya ingin lebih terdengar akrab.
“oh, serly..” reyhan tersenyum pada serly. Reyhan tak menyangka serly begitu baik kepada dirinya dan juga mamanya.
Sesampainya di rumah, reyhan pun di antar serly ke kamarnya, ibu maysa sangat berterima kasih pada serly, karena serly menepati janjinya, untuk merawat dan menjaga reyhan hingga sembuh, dan juga mengantar reyhan sampai ke rumah.
“nak serly, terima kasih ya, nak serly sudah berulang kali membantu keluarga ibuk, ibu sangat -sangat beruntung bisa kenal dengan nak serly”
“aduh buk maysa, jangan begitu, nanti saya besar kepala” serly tersipu malu
“nak serly sudah memaafkan reyhan kan?” tanya buk maysa pada serly lagi
“alhamdulillah sudah buk, ibu tenang saja, saya dan reyhan sudah berteman saat ini” tambah serly
“alhamdulillah nak, ibu merasa senang mendengarnya, mudah-mudahan awalnya berteman lama-lama jadi cinta ya nak “ ucap ibu maysa pada serly, serly semakin tersipu malu, pipinya memerah.
“ibu, jangan bicara seperti itu lagi, nanti reyhan jadi salah paham nanti” serly sangat malu sekali mendengar kejujuran dari mama reyhan.
Ibu maysa tersenyum, dan langsung memeluk serly.
“keadaan ibu bagaimana, ?” tanya serly pada ibu maysa
“alhamdulillah sekarang jauh lebih baik, nak”
“syukur lah buk, oya kalau begitu saya pamit ya buk” serly pun berpamitan untuk segera pulang
“ia nak, sekali lagi terima kasih ya”
“sama-sama buk”
Serly pun bergegas untuk pulang, dan segera pulang ke rumah.
Tak beberapa lama serly pun sampai di rumah, tante Sandra sudah menunggunya di meja makan
“sayang makan malam dulu” ajak Sandra pada serly
“ia tante, “
meraka pun makan malam bersama, Sandra pun bertanya pada serly, kenapa dalam beberapa hari ini Sandra sering larut malam pulang ke rumah.
“kamu kok sering pulang larut malam dalam beberpa hari ini ser,” tanya Sandra pada serly
“sebenarnya serly mau cerita sama tante, tapi gak tau mau mulai dari mana, serly bingung” serly merasa bingung memulai ceritanya pada tantenya, mungkin awalnya tantenya akan beranggapan reyhan adalah pria yang jahat, tapi setelah semuanya di jelaskan, mungkin tante Sandra akan sama menilai reyhan, seperti serly menilai reyhan saat ini.
“sebenarnya ada apa ser, pokoknya selesai makan malam, tente tunggu di ruang tamu, kamu harus menjelaskan semuanya pada tante” tante Sandra merasa penasaran sekali
“ia tante”
Selesai makan malam, serly pun menghampiri tante nya di ruang tamu, serly mencoba menjelaskan permsalahan yang sebenarnya terjadi pada tantenya, awalnya Sandra sangat kesal mendengar reyhan yang terus memaksa serly, hingga akhirnya setelah cerita serly selesai, akhirnya Sandra merasa prihatin akan kejadian yang telah menimpa reyhan selama ini.
“sayang, tante gak menyangka ternyata reyhan adalah sosok pria yang baik hati, sama seperti kamu sayang, kalian sama-sama di tipu dan di khianati oleh pasangan kalian masing-masing” sandra tampak prihatin dengan kondisi reyhan
“ia tante, aku juga gak tau kalau Tuhan mempertemukan kami dengan cara seperti ini”
“jangan-jangan reyhan jodohmu ser” tambah sandra
“ih apaan sih tante, gak, gak mungkin lah, reyhan itu gak tipe aku, dia itu terlalu berambisi , orangnya kayaknya suka maksa, aku gak suka” jelas serly
“hmmm,…. Awas aja nanti tiba-tiba suka ya, kalau itu sampai terjadi kamu harus traktir tante makan bakso di tempat langganan kita” sandra menantang serly
“ya ampun , Cuma mau makan bakso sampai segitunya, besok serly bawa tante makan ke sana, jd gak harus nunggu serly jatuh cinta sama reyhan, karena gak bakalan mungkin” serly mempertegas
“kita lihat aja nanti” tegas sandra pada serly
*****************
Author pov
Reyhan tampak melamun di taman belakang rumah, sesekali wajahnya tersenyum, seperti sedang memikirkan seseorang, bu maysa yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik reyhan tampak bingung, dan berusaha menghampirinya
“nak kamu kenapa, dari tadi mama perhatikan kok senyum-senyum sendiri?” tanya mama penasaran
“ma, aku tadi baru aja ngajak serly untuk makan malam” reyhan mencoba menjelaskan alasannya kenapa senyam senyum dari tadi pada mamanya
“terus apa jawabannya?” ibu maysa sudah tak sabar mendengar jawaban dari reyhan
“mama tau, serly …….. mau ma” reyhan bahagia sekali, dia memeluk mamanya
“selamat ya sayang, “ mama nya turut bahagia “ sayang apa kamu menyukai serly?” tanya ibu maysa memastikan
“ma, awalnya aku hanya mengaguminya, namun semakin ke sini aku semakin yakin bahwa aku telah menyukai serly ma” jelas reyhan pada mamanya
“kalau kamu menyukainya, kenapa kita tidak melamar dia saja langsung” bu maysa begitu mendukung anaknya untuk segera melamar serly.
“tapi ma, apa serly mau?” reyhan kurang percaya diri
“sayang, kalau kamu pengen sesuatu, biasanya kamu gimana?” bu maysa mengingatkan sesuatu kepada reyhan
“kejar terus ma, sampai dapet” reyhan tersenyum semeringah,
“nah begitu baru anak mama” bu maysa begitu bersemangat sekali, dia sudah lama sekali mengharapkan calon mantu seperti serly.
**************
Serly lagi sibuk membereskan beberapa berkas-berkas tidak penting di atas mejanya, tiba-tiba serly menemukan sebuah album foto, yang mana album itu ternyata foto serly waktu Bersama alex. Seketika serly membuka satu persatu foto di album itu, tak terasa air matanya menetes di sana, hingga membasahi salah satu foto kenangannya itu. Serly merasa sangat terluka saat dirinya harus di putuskan alex secara tiba-tiba.
Flasback on
“sayang kita perlu berjumpa, nanti siang aku tunggu kamu di café favorit kita ya” terdengar suara alex dari hanphone yang sedang serly genggam. .
“ia sayang, setengah jam lagi aku on the way ya” jawab serly, sambil membereskan beberapa berkasnya di atas meja.
“ok, da sampai ketemu di sana” seraya alex menutup telpon itu
“ia”
Setelah selesai membereskan beberapa pekerjaan di rumah sakit, serly pun bergegas menemui alex di salah satu café favorit mereka, kurang lebih 30 menit akhirnya serly sampai di sana, dia berjalan menuju ke arah alex, yang sudah dari tadi menunggunya di meja paling sudut di café itu.
“sayang, ada apa, …. ?” tanya serly ketika sampai ke meja yang sudah alex pesan untuk mereka bertemu
“silahkan duduk dulu” alex mempersilahkan serly untuk duduk
“ada, apa sebenarnya?” serly semakin penasaran, karena dia melihat ada sesuatu yang aneh terpancar di raut wajah alex , sudah 5 tahun mereka menjalin hubungan, maka mudah bagi serly mengetahui apabila ada hal yang sedang alex tutupi darinya.
“maafkan aku serly, aku rasa aku dan kamu sudah tidak bisa untuk di lanjutkan” ucap alex secara tiba-tiba
“maksud kamu apa sayang?” serly semakin tidak mengerti
“aku dan kamu kita putus” alex memperjelas ucapannya , air mata serly tiba-tiba jatuh membasahi pipinya, tak sepatah kata bisa keluar dari bibirnya saat itu. Dia menangis tanpa suara. Tiba-tiba alex memberikan serly sebuah surat undangan pernikahan.
“aku akan menikah dengan wanita pilihanku, maafkan aku” air mata serly semakin deras mengalir dipipinya, dia semakin tak kuat menahan, rasanya ingin berteriak. Amarah serly dia lampiaskan pada secangkir kopi yang sengaja alex pesan saat menunggu serly, lalu serly siramkan ke wajah tampan alex.
“salah aku apa lex, selama 5 tahun kita menjalin hubungan ini, banyak suka duka yang telah kita lalui, apakah tidak ada sedikit tersisa rasa cintamu untuk ku, malah kamu memilih wanita lain?” tanya serly dengan nada serak karena tak kuat menahan isak tangisnya
“maafkan aku serly, wanita pilihanku ini adalah yang terbaik untuk ku” alex memperjelas keinginannya
“kamu tega alex, kamu laki-laki terjahat , gak punya hati yang pernah aku temui” cacian makian terus alex terima dari serly
“itu hak kamu buat menilaiku, yang jelas mulai hari ini kita sudah bukan siapa-siapa lagi, aku harap kamu ikhlas dan bisa menerima, aku permisi “ alex pun pergi meninggalkan serly yang sedang menangis di meja itu. Serly terluka di sana. Dia tak menyadari bahwa hari ini merupakan hari yang paling menyedihkan dalam hidupnya. Serly sangat terpuruk, perasaannya sudah di hancurkan, di patahkan dan dikecewakan oleh orang yang benar-benar dia cintai dan sayangi.
Flasback off