Author pov
Reyhan, sudah tidak sabar menunggu malam hari, hatinya begitu gembira saat serly menerima ajakannya untuk makan malam Bersama. reyhan pun memutuskan untuk datang ke rumah sakit lebih awal. reyhan menghampiri serly ke dalam ruangannya, dilihatnya serly sedang sibuk membereskan beberapa barang lamanya di atas meja kerjanya.
“sore , dokter” sapa reyhan mengagetkan serly
“reyhan?” serly kaget melihat kedatangan reyhan yang begitu cepat “ makan malamnya kan masih lama?” tanya serly kebingungan
“ia, aku sengaja datang lebih awal, takut terjebak macet, kamu kan tau kalau udah sore, jalanan macetnya minta ampun, takutnya nanti aku telat jemput kamu” reyhan menjelaskan beberapa alasan yang sedikit masuk akal.
“ya udah, tapi aku masih ada beberapa berkas dan barang yang harus di simpan ni, apa kamu mau menunggu?” tanya serly pada reyhan
“ya gak pa-pa, kalau mau aku bisa sekalian bantuin kamu” reyhan menawarkan beberapa bantuan
“gak pa-pa ni?” tanya serly
Reyhan mengangguk dibarengi senyuman yang terpancar di wajahnya. Reyhan pun dengan suka rela membantu selrly merapikan beberapa berkas nya, tiba-tiba tanpa di sengaja reyhan menemukan sebuah kotak berwarna merah yang terletak di samping lemari serly. Reyhan berniat mengambil berkas itu dan ingin meletakkannya ke dalam lemari, namun tiba-tiba saja kotak itu terjatuh dan isinya berhamburan di lantai. Betapa kagetnya reyhan ketika melihat isi dari kotak itu, cepat-cepat serly memungutnya dan memasukkannya kembali ke dalam kotak.
“maaf, maaf, aku tidak sengaja menjatuhkannya” ucap reyhan merasa bersalah
“ya, gak pa-pa” jawab serly dengan nada lemas
“ser, …… apa kamu masih mencintai alex?” pertanyaan reyhan tiba-tiba membuat tubuh serly dingin sekujur tubuh.
“tidak,…. Aku sudah lama melupakannya “ jawab serly cepat tanpa melihat wajah reyhan. Reyhan tau saat ini serly sedang berbohong, terlihat dari cara dia yang terlihat kaku dan sedikit bertingkah aneh saat reyhan bertanya soal perasaaannya pada alex
“kalau kamu tidak mencintainya lagi, kenapa kamu masih menyimpan kenangan kamu bersamanya, seharusnya semua foto-foto dan kenangan Bersama alex sudah lama kamu buang ser,” reyhan mencoba mengingatkan serly
“aku sudah berniat kok mau membuangnya” jelas serly pada reyhan
“ser, aku juga dulu kayak kamu, aku masih menyimpan kenangan ku Bersama diandra, namun karena aku bertekad ingin move on dari dia, dan harus membuka hatiku lagi untuk wanita lain, aku langsung membuangnya ser” jelas reyhan
“ia, kamu benar rey, aku harus membuangnya” serly menyetujui rencana reyhan
“kalau begitu , ikutlah bersamaku, akan aku bawa kamu ke suatu tempat dimana kamu bisa menghapus masa lalumu, membuang semua kesedihanmu, dan meluapkan semua amarahmu, apa kamu mau?” tanya reyhan pada serly, berharap serly mau menerima ajakannya
“tapi makan malamnya bagaimana?”
“gampang, di tempat itu ada restorannya” tambah reyhan
“ok, kalau begitu sekarang juga kita pergi yuk, karena semua juga udah selesai” serly menarik tangan reyhan keluar ruangannya, sambil membawa kotak tempat kenangannya Bersama alex . Reyhan sangat bahagia, dia terus memandangi tangannya yang masih di pegang oleh serly,mata nya terus tak berkedip, hingga serly dan reyhan sampai ke parkiran.
“rey, ayo kita pergi” tiba-tiba lamunan reyhan berhenti, dia tidak sadar sudah sampai di depan mobilnya yang sedang di parkir.
“ooh, ia silahkan naik” reyhan membukakan pintu mobil untuk serly.
Kurang lebih 1 jam serly dan reyhan di perjalanan, mereka berbincang dan kemudian tertawa Bersama. Akhirnya mereka pun sampai ke tempat yang reyhan tuju. Sebuah restoran yang berada di pinggir pantai. Banyak meja dan kursi yang terletak di pinggir pantai itu. Angin pantai menghembus rambut serly yang Panjang, aura ke cantikan serly semakin terpancar, membuat reyhan semakin terkagum-kagum melihat paras serly yang begitu di mempesona.
“ser, apa kamu suka tempat ini?” tanya reyhan pada serly yang sedari tadi menatap reyhan
“suka, suka banget” serly tersenyum
Mereka pun masuk ke dalam restoran. Reyhan memesan beberapa makanan untuk serly. Mereka pun mamakanannya. Selesai makan malam, reyhan mengajak serly untuk berjalan-jalan di tepi pantai, reyhan mengajak serly ke sebuah tempat favoritnya di pantai itu. Di tempat itu ada sebuah api unggun yang memang menyala dari tadi.
“ser, sini duduk” sambil menarik tangan serly untuk duduk di sampingnya
“disini enak ya rey,….” Serly menghangatkan tangannya ke arah api unggun
Reyhan tersenyum, bahagia terpancar dari wajahnya, ia tidak menyangka orang yang begitu membencinya, hari ini mau duduk di sampingnya , sekedar mengobrol Bersama.
“kamu pasti sering ke sini kan? “ tanya serly pada reyhan
“ia, kalau aku lagi ada masalah” jawab reyhan lemas “oya ser, kamu mau move on kan dari masa lalu mu?” reyhan bertanya kembali pada serly yang sedari tadi asyik menghangatkan tangannya di api unggun
“ia,…” serly begitu bersemangat
“kalau begitu , ambil kotak mu tadi, lalu isinya lempar ke api itu, maka semua masalah mu, kepedihanmu, akan hilang Bersama debu yang akan berterbangan”
“kamu mau aku membakarnya?” serly memperjelas tujuan reyhan
“ia” reyhan mengangguk “ katanya mau move on, aku juga dulu melakukan hal yang sama kok, saat aku ingin berusaha melupakan diandra, dan lihat sekarang, aku bisa move on, dan bisa membuka hatiku untuk orang lain” jelas nya
“ia, kamu benar” serly pun membuka kotak merah itu, mengambil satu persatu kenangannya Bersama alex. Satu persatu dia lempar ke dalam api unggun.
“selamat tinggal masa lalu,….selamat datang masa depan, selamat tinggal kesedihan,…. Selamat datang kebahagiaan” gumam serly dalam hati
Semua kenangannya Bersama alex, kini sudah menjadi debu bersatu dengan pasir. Begitu pulalah perasaannya untuk alex, kini sirna Bersama keikhlasan hatinya. Serly pun berusaha move on dan membuka lembaran baru Bersama dengan orang-orang yang mencintai dirinya.
“teriak lah serly,…. Maka semua kesedihanmu akan hilang, coba lah!” ajak reyhan
“baik lah” serly menyetujui
“aaaaaaaaaaaaaaaaaa,…………………………….” Serly berteriak di tepi pantai
“apa sekarang lega ?
Serly mengangguk sambil tersenyum. Rasanya semua masalah yang ada di dalam d**a serly tiba-tiba saja hilang. Dadanya terasa lega. Senyuman bahagia terpancar di wajahnya.
Sekitar pukul 10 malam , reyhan pun mengantar serly pulang ke rumah. Sesampainya di sana reyhan bertemu dengan tante sandra.
“rey, gak mampir dulu?” tanya sandra
“gak usah tante, udah malam, lain waktu rey pasti datang”
“ya udah kalau begitu”
“ia tante, …..” reyhan tersenyum “ oya ser, besok aku jemput ya, mobil kamu kan tadi ada di rumah sakit” reyhan sedikit modus.
“oh, gak usah nanti merepotkan , besok biar tante aja yang antar” serly berusaha menolak
“gak pa-pa, sama sekali tidak merepotkan” reyhan terus berusaha menawarkan jasa nya untuk menjemput serly besok.
“ya udah , kalau begitu, besok jam 07.30 , saya tunggu y, “ serly akhirnya menerima tawaran dari reyhan, reyhan tampak bahagia sekali.
“ya , udah saya permisi ya, tante, serly”
“ia , hati-hati ya” sandra melambaikan tangannya
Reyhan pun pulang ke rumahnya dengan sangat bahagia sekali, hatinya seperti sedang berbunga-bunga, . Usahanya untuk mendekati dan mengambil hatinya serly semakin berjalan manis.
*********************
Serly pov
“sayang, tante perhatikan sehabis pulang dari dinner tadi kok kamu senyum-senyum sendiri ya?” tanya tante sandra pada serly
“ah, enggak kok tan, siapa yang senyum-senyum, tante salah liat kali” serly berusaha mengelak
“hmmmm,…. Bau-bau bakso ni?” ledek tante sandra
“ih apaan sih tante” serly malu sekali , dia pun pergi meninggalkan sandra di ruang tamu, berlari masuk ke dalam kamarnya.
“ih tante ada aja , Sukanya buat aku malu sendiri” serly mengomel sendiri di kamarnya.
Entah kenapa malam ini hati serly begitu lega, tak da rasa sakit, sedih , yang seperti biasa dia rasanya. Malam ini begitu indah untuknya. Sesak selama ini yang ada di dalam dadanya kini kian menghilang. Rasa sakit akan penghianatan alex padanya seakan sirna.
Serly menarik selimut nya berusaha memejam kan matanya, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Namun mata nya belum bisa terpejam. Tiba-tiba hanphonenya berdering. Serly terkejut ketika di lihatnya reyhan menelpon, dengan cepat serly menerimanya.
“hallo,…. “
“hallo ser, belum tidur” tanya reyhan
“belum ni,… kamu kok belum tidur juga” serly menanya reyhan balik
“ia, mataku susah terpejam” jawab reyhan dari seberang sana
“kenapa, apa ada masalah?” tanya serly
“ia, aku ada masalah sebenarnya” jawab reyhan membuat serly sedikit penasaran
“masalah apa?”
“masalahnya,…..kebayang kamu terus” gombalan reyhan mendarat di telinga serly
Serly tertawa mendengar gombalan itu,” dasar ya, tukang gombal, “
“memang kenyataan ser, susah bobok karena wajah kamu selalu melintas di benakku” reyhan berusaha jujur, walaupun serly merasa itu hanya sebuah gombalan saja
“ada aja kamu, udah tidur sana, besok kan jumpa” jelas serly
“hehehehe , ia , kalau begitu selamat malam serly” reyhan tertawa
“selamat malam” serly menutup telponnya . hatinya tiba-tiba merasa happy. Sambil senyum-senyum tidak karuan. Serly tidak menyangka dengan mendapat gombalan dari reyhan dapat membuatnya tidur dengan begitu nyenyak.
**************