EPISODE 15

1279 Kata
author pov Pagi itu reyhan sudah berada di depan rumah serly. Dengan setelan kemeja biru , celana kain  dan sepatu hitam kerja yang mengkilap , dia tampak sangat berwibawa. “hai rey, sudah lama ya” serly masuk ke dalam mobil “baru kok” Reyhan pun mengantar serly ke rumah sakit. Sesampainya di sana dara begitu terkejut melihat serly keluar dari mobil reyhan. “ser, nanti siang aku jemput ya makan siang” ajak reyhan Serly Cuma tersenyum, kemudian mengangguk dan  pergi meninggalkan reyhan . “yes” reyhan begitu senang, kemudian naik ke mobil, dan pergi ke kantornya. Dara yang dari tadi memperhatikan mereka berdua, hanya senyum-senyum sendiri, di hampirinya serly yang sedang berjalan menuju lift rumah sakit. “bau-baunya ada yang lagi happy ni” ledek dara “siapa yang happy” alis mata serly mengerut “hmmm,…. Gak pernah mau jujur , kelihatan kok dari mukanya” tambah dara “is,…sok tau ni” serly tertawa lalu pergi meninggalkan dara ketika lift tiba-tiba terbuka. “hai, ser, tunggu” dara mengejar serly hingga masuk ke dalam ruangannya “ser, cerita dong, aku penasaran ni?” kekepoan dara tiba-tiba muncul “mau tau banget ya kayaknya” serly senyum-senyum melihat tingkah dara yang terlalu kepo dengan kisah hidup serly “ayo dong, “ bujuk dara “oke, oke , aku bakal cerita” akhirnya serly mengalah juga pada sahabatnya itu. Serly menceritakan semuanya pada dara, dara tersenyum ketika mendengar hubungan serly dan reyhan sudah membaik, bahkan sekarang menjadi lebih baik. “ser, awas jatuh cinta” ledek dara sekali lagi sebelum dia beranjak dari ruang kerja serly “awas ya kamu” serly sedikit kesal  mendengar ledekan dara barusan, sambil tersenyum-senyum serly mengingat ucapan dara. Dia tersipu malu. ************** Jam makan siang pun tiba, reyhan pun menjemput serly di rumah sakit. Mereka pergi ke sebuah restoran favorit reyhan. di perjalanan tiba-tiba serly dan reyhan di kejut kan dengan kerumunan orang-orang di depan sebuah supermarket. “rey, itu  kenapa ya,… ?” tanya serly penasaran “ia aku juga gak tau, ayo coba kita cek” reyhan dan serly pun turun dari dalam mobil, dan mencoba mendekat kearah kerumunan  orang-orang, betapa terkejutnya reyhan dan serly ketika melihat seorang nenek menangis-nangis di sana sambil memegang seorang gadis yang sedang terkena asma. “astaga, cici “ teriak serly di tengah kerumunan “kamu kenal mereka?” tanya reyhan kaget “ia rey, ayo kita bantu” serly dan reyhan pun membawanya ke rumah sakit. Di dalam perjalanan ke rumah sakit, nenek cici berbicara  pada reyhan “nak reyhan, dokter serly terima kasih ya” ucap nenek cici Serly terkejut, kenapa nenek cici bisa kenal dengan reyhan, padahal setau nya mereka baru ini bertemu. “kamu kenal neneknya cici?” tanya serly pada reyhan “ia, nanti aku cerita ya” jelas reyhan Sesampainya di rumah sakit, serly langsung membawa cici ke dalam ruang UGD, dia memberikan pertolongan pertama untuk cici. Reyhan dan nenek cici menunggu di depan ruangan UGD. Nenek cici,  sangat sedih, air matanya tak berhenti mengalir. “bik darmi, tenang saja , cici akan baik-baik saja, kan ada dokter serly” reyhan memberikan semangat untuk nenek cici “ia tuan, terima kasih, kalau tidak ada tuan dan dokter serly mungkin saya dan cucu saya tidak akan bisa Bersama lagi” bik darmi terus-terusan menyapu air matanya yang terus bercucuran. “kenapa bisa asma cici kambuh di tempat itu bik?” tanya reyhan penasaran “maafkan bibik tuan, sebenarnya ada hal yang tidak bisa bibik ceritakan pada tuan” jelas bik darmi “kenapa bik,?” reyhan semakin penasaran “bibik takut tuan” tambah bik darmi “baik, kalau bibik takut cerita di sini, nanti kita cerita di ruangan dokter serly ya” “ia tuan” bik darmi mengangguk. Tampak sebuah ketakutan terpancar dari raut wajah tuanya. ************* Keadaan cici sudah membaik, bik darmi pun sedikit lega, serly memberikan perawatan yang terbaik buat cici, karena dia sudah menganggap cici sebagai adik nya dan begitu menyayangi anak itu. Serly mencoba menemui bik darmi di kamar cici . “nek, cici udah membaik kok, kita tinggal menunggu dia siuman saja” ucap serly menenangkan hati bik darmi “ia, makasi ya dokter serly, dokter sangat baik sekali pada kami. Sekali lagi terima kasih” bik darmi mengangkat tangan serly dan menciumnya “eh , nek gak usah, jangan seperti ini, saya sudah menganggap cici seperti adik saya, jadi selayak nya seorang kakak harus melindungi adiknya” jelas serly pada bik darmi “terima kasih dokter, terima kasih “ bik darmi menangis sejadi-jadinya , dia merasa beruntung sekali bertemu dengan orang yang berhati malaikat seperti serly “nek, saya mau tanya, nenek kok kenal sama reyhan” “oh tuan reyhan” bik darmi mencoba menjelaskan “tuan reyhan itu adalah orang baik dok, dia selalu memberikan makanan, kadang uang , untuk saya dan cici” jelasnya “tujuannya untuk apa nek?” tanya serly penasaran “karena dulu saya pernah menolong tuan reyhan saat mau tertabrak di depan supermarket itu, jadi semenjak pristiwa itu, tuan reyhan selalu menemui saya dan cici. setiap dia ada kesempatan, dia sering memberi cici uang untuk sekolah, terkadang membelikan makanan dan lain nya, saya dan cici sangat beruntung sekali di pertemukan dengan dua orang berhati malaikat, tuan reyhan dan juga dokter serly” jelas bik darmi Semua penjelasan bik darmi, semakin menguatkan hati serly bahwa reyhan adalah sosok pria yang sangat baik, serly mulai mengagumi reyhan. kebaikan reyhan selama ini dia pikir hanya modus untuk mendekatinya, ternyata salah. Reyhan memang benar-benar pria yang baik ,yang dikirimkan tuhan untuk menyembuhkan hatinya yang luka. Serly semakin yakin bahwa kini pilihannya untuk lebih dekat dengan reyhan adalah pilihan yang terbaik. “ya udah nek, kalau begitu saya tunggu nenek di ruangan saya ya” tambah serly, kemudian berlalu pergi meninggalkan bik darmi ******************* Reyhan , dan bik  darmi pun sudah berada di ruangan serly. “bik, tolong ceritakan pada kami, apa yang sebenarnya terjadi ?” tanya reyhan yang sudah tidak sabar sedari tadi “sebenarnya, ini salah bibik tuan” bik darmi menunduk, air matanya mengalir “sebenarnya cici bukanlah anak yatim piatu “ jelas bik darmi Serly kaget mendengar ucapan bik darmi “ maksud nenek ?” “sebenarnya cici hanya anak piatu, ayah nya masih hidup “ bik darmi menangis sejadi-jadinya “tolong nek, jelaskan apa maksud semua ini” serly semakin penasaran “tolong maafkan saya dokter, saya telah berbohong selama ini” bik darmi meraih tangan serly dan memohon -mohon “ia, saya maafin, tapi tolong jelaskan nek, sebenarnya apa yang sudah terjadi” serly semakin penasaran “cici masih punya ayah dokter, tuan reyhan, tapi ….. ayahnya membuangnya, ibu cici adalah anak saya. Namanya RINA. RINA meninggal saat melahirkan cici. Saat tau cici punya penyakit dari kecil , ayahnya membuang nya , dia tidak mau membesarkan cici dokter, sebagai nenek dari cici, saya lah yang berjuang membesarkan cici , merawat dia sampai dia sebesar ini, dengan berjualan kue “ tangis bik darmi sudah tidak bisa di bendungnya lagi. Air matanya sudah membasahi bajunya. “bik, maafkan kami bik, kami tidak tau” reyhan merasa bersalah karena telah berusaha mengingatkan bik darmi pada anaknya yang sudah meninggal dunia “nek, yang sabar ya, nenek adalah orang yang sangat luar biasa, saya bangga sama nenek” serly memeluk bik darmi “ia, dokter, tuan terima kasih atas kebaikan kalian selama ini, saya sangat-sangat berterima kasih sekali lagi” “jadi kenapa cici bisa kambuh di tempat jualan bibik tadi?” reyhan berusaha bertanya “ceritanya begini” bik darmi mencoba menjelaskan pada reyhan dan juga serly.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN