Episode 16

833 Kata
Flasback on “nek, cici pergi sekolah dulu ya” “ia, kamu hati-hati ya ci” serly mencium tangan neneknya, kemudian berlalu pergi Tiba-tiba seorang wanita cantik, tiba-tiba datang menghampiri bik darmi “hai, wanita tua, kamu jangan coba-coba mendekati suami aku ya, dia sudah menikah, jadi jangan coba-coba kamu memberitahu cucumu itu, bahwa dia masih memiliki ayah.  cici itu bukan anaknya, paham” wanita itu memasang wajah begitu marah “hai, bagaimana pun kamu memisahkan anak dan ayah, mereka akan tetap menjadi keluarga. Cici itu darah dagingnya, walaupun dia tidak pernah menganggap cici anaknya, tapi anak tetaplah anak” bik darmi mencoba melawan “dengar ya, kalau kamu tidak mendengarkan ucapan saya, saya akan buat perhitungan buat anda, paham” wanita itu mengacak-acak dagangan bik darmi “jangan, saya mohon jangan” bik darmi mencoba berteriak “ingat ini masih permulaan, jadi ingat pesan saya” wanita itu pun pergi meninggalkan bik darmi , dia menangisi dagangannya yang sudah berhamburan di jalan. Ternyata cici tidak sengaja mendengar ucapan wanita itu. “nenek, benarkah cici masih punya ayah” bik darmi sangat terkejut ketika dilihatnya cici sudah berada di hadapannya “kamu tidak jadi pergi sekolah ci?” tanya bik darmi ketakutan “nek, tolong jawab” cici semakin memaksa Bik darmi hanya mengangguk, sambil menangis, air matanya terus menetes. Tiba-tiba d**a cici terasa sesak, kemudian dia susah bernafas. Orang -orang yang melihatnya pun berusaha membantu. Cici dan nenek sudah di kerumuni beberapa orang yang ingin melihat mereka. Flasback off   ********************* author pov Keadaan cici mulai membaik, dia pun sudah tampak ceria lagi. Senyuman kembali terukir di wajahnya. cici sudah di perbolehkan oleh dokter serly untuk pulang, dan istirahat di rumahnya. Semenjak kejadian itu, serly dan reyhan semakin dekat. Hubungan mereka semakin membaik. Setiap ada kesempatan dan waktu luang reyhan selalu menyempatkan diri untuk datang ke rumah sakit untuk sekedar ngobrol Bersama serly. Reyhan juga sering mengajak serly untuk makan siang bareng maupun dinner. Serly mulai merasa nyaman dengan reyhan. begitu pula sebaliknya dengan reyhan. serly merasa pilihannya kali ini adalah pilihan yang sudah tepat. Berusaha membuka hatinya untuk seseorang yang menurutnya lebih baik dari mantan yang telah menggoreskan luka mendalam di hatinya. Reyhan pun semakin yakin atas pilihannya. Ia berencana akan melamar serly dalam waktu dekat ini. Reyhan sudah berencana akan menyiapkan acara lamaran yang sangat special tepat di hari ulang tahun serly. Reyhan sengaja bekerja sama dengan tante sandra, dan juga dara untuk membuat rencana nya menjadi sukses. Reyhan sengaja memboking sebuah restoran favoritnya yang ada di tepi pantai. Dia menyiapkan semuanya sedetail mungkin. Tante sandra pun membawa serly ke sebuah butik untuk memilih beberapa gaun untuk di pakainya di acara spesialnya itu. “serly, udah ketemu gaunnya?” tanya sandra sambil memilih-milih beberapa gaun yang terpajang di butik “bingung tante, semua bagus” serly sedikit bingung karena semua gaun yang ada di butik itu semua cantik dan bagus-bagus. “ya udah pakai yang ini aja” sandra mengambil satu gaun yang sangat indah di salah satu gantungan gaun “hmm,… oke, aku coba ya tan,…” serly mencoba gaun itu ke kamar ganti, beberapa menit kemudian , serly pun keluar, sandra terpukau dengan pesona serly “waaaaw,… keren sayang, ya udah kamu pakai itu aja ya” jelas sandra “oke tante” serly menurut saja. selesai memilih gaun untuk nya, sandra pun mengajak serly untuk pulang kerumah.sesampainya di rumah , sandra tiba-tiba mengingatkan sesuatu pada serly "ser, kayaknya kamu bakalan beli kan tante bakso deh" ucap sandra "maksud tante?" tanya serly yang belum juga paham akan ucapan tantenya "masa' lupa?" sandra mencoba mengingatkan "oh,... janji itu, kalau mau bakso, ayo kita pergi tante" ujarnya "bukan masalah baksonya sayangku, masa' kamu gak peka sih, kenapa reyhan mendekatimu, kenapa dia bersikap baik padadmu, masa' kamu tidak mengerti sih ser?" tanya sandra  "maksudnya apa sih tante, serly bingung deh maksud tante" jelasnya "bingung, apa malu ni?" ledek tantenya "tante,... jangan gitu dong"  "ser, reyhan itu suka sama kamu, dia sepertinya mencintaimu, apa kamu tidak menyadarinya" jelas sandra serly terdiam,  dia hanya tersenyum  "kok diam?" tanya sandra lagi "jangan bilang kamu gak tau ya, atau jangan -jangan kamu juga suka kan?" tambah sandra "tante, jangan gitu , malu,... aku cuma takut kejadian dulu terulang kembali, aku takut reyhan tidak serius, aku takut aku cuma di jadikan pelarian olehnya" kekhawatiran serly beralasan "sayang, kalau kita berusaha ingin move on, maka kita juga harus berusaha membuka hati kita untuk orang lain, agar kesakitan kita bisa terobati, tapi tante gak bisa melakukan hal ini pada diri tante sendiri ser, maaf tante hanya cuma bisa ngomong" sandra duduk lemas di sofa "tante, jangan gitu, serly tau maksud tante baik untuk serly. baiklah tante, serly janji akan membuka hati serly untuk pria yang benar-benar serius dan benar-benar mencintai serly, serly janji tante, serly gak akan buat tante sedih lagi" jelas nya "janji?" serly mengangguk "tapi baksonya ya," ucapan sandra merubah kesedihan nya menjadi tawa "hahahah, ia, tante" serly tertawa mendengar ucapan dari sandra
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN