Author POV
Acara yang di nanti pun tiba, semua persiapan reyhan , sudah 100 % . dengan bantuan dara dan tante sandra acara ulang tahun serly tampak sangat luar biasa. Semua para tamu , dari teman-teman serly, dan juga teman-teman reyhan bahkan mama reyhan ,sudah berada di tempat yang telah reyhan siapkan. Serly keluar dari dalam mobil Bersama tante sandra, sedangkan reyhan sudah siap menanti sang pujaan hatinya di dekat kue ulang tahun yang begitu besar. Serly tidak menyangka reyhan begitu serius dengan menyiapkan acara ulangtahun nya.
Serly sangat bahagia sekali, di hari spesialnya dia di kelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintainya.
“ser, sebelum potong kue berdoa dulu dong” reyhan mengingatkan serly
“ia” serly mengangguk kemudian berdoa, lalu meniup lilin yang ada di kue ulangtahunnya.
Semua tamu bertepuk tangan, dan menyanyikan lagu happy birthday pada serly.
“ayo potong kue nya nak serly” ibu maysa tersenyum pada serly
“ia , buk,” serly pun memotong kue nya, kemudian memberikan potongan pertamanya untuk reyhan. reyhan sangat bahagia, senyuman bahagia itu terpancar dari raut wajahnya. Semua teman-teman serly dan juga reyhan serta kerabat memberikan ucapan selamat untuk serly. Tiba-tiba di tengah acara reyhan menarik tangan serly ke tengah-tengah para undangan, lalu dia berlutut di hadapan serly, kemudian mengeluarkan sabuah kotak dari dalam sakunya.
“maukah kamu menjadi pendamping hidup ku dokter?” seraya membuka kotak kecil itu
Serly begitu terkejut, matanya berbinar-binar. Impiannya di lamar oleh pria yang mencintai dia akhirnya hari ini terwujud. Bibirnya tidak bisa berkata-kata. Air matanya tak terasa menetes di pipi. Serly tertawa sambil menangis. Ya tentu tangis bahagia. Serly Cuma mengangguk, menandakan dia menerima lamaran dari reyhan
“kamu menerimanya ?” tanya reyhan lagi
“ia,..aku menerimanya “ kali ini serly menjawabnya dengan lantang. Reyhan langsung menyarungkan cincin itu ke jari manis serly, kemudian memeluk nya. Semua tamu dan keluarga bahagia melihat adegan itu. Semua memberikan selamat kepada mereka berdua.
Serly tidak menyangka di hari spesialnya itu dia mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa, kado ulang tahun yang tak pernah dia dapatkan, dan akhirnya terwujud juga.
Acara ulang tahun serly pun selesai, para tamu pun sudah pada pulang, namun tante sandra , dara dan ibu maysa masih duduk di sebuah meja makan Bersama serly dan juga reyhan.
“reyhan, jadi kira-kira kapan acara pernikahan kalian akan di selenggarakan?” tanya tante sandra yang sedari tadi memeluk erat keponakan kesayangannya itu.
“kalau bisa secepatnya tante, “ jawab reyhan langsung sambil senyam-senyum dari tadi kepada serly
Bukan reyhan Namanya kalau keinginannya tidak pernah dia dapatkan. Ambisi reyhan akan mendapatkan serly seutuhnya kini akan segera terlaksana.
“bagaimana nak serly, apa kamu setuju kalau acaranya kita gelar bulan depan” usul buk maysa selaku mama reyhan
“wah saya setuju bu maysa, mereka ini gak perlu pacaran terlalu lama, mending pacarannya setelah menikah, benar kan?” sahut sandra
“ia benar tante, bu maysa, saya sebagai sahabat mereka sangat mendukung 100 %” tambah dara
“kalau itu yang terbaik, serly setu…ju saja” jawab serly sedikit malu-malu
Semua tersenyum bahagia, apalagi reyhan. rasanya dunia ini seperti hanya miliknya Bersama serly .
Pandangannya tak pernah putus dari serly. Sesekali dia meneguk minumannya. Senyuman bahagia itu terukir di wajah sepasang insan yang sedang di mabuk cinta.
Bulan depan akan menjadi saksi dari kisah cinta mereka yang sudah di takdirkan Tuhan untuk Bersama.
************************
Siang itu, tante sandra , reyhan dan juga serly sedang berada di sebuah restoran. Tante sandra memperlihatkan kepada sepasang kekasih yang akan segera menikah ini, beberapa wedding organizer yang ternama. Tante sandra memberikan beberapa usulan kepada mereka.
“nah, yang ini bagaimana ser, apa kamu suka? , outdoor,… kamu nanti seperti putri-putri dari kerajaan gitu “ usul sandra sambil memperlihatkan beberapa lembaran kertas pada serly
“ya ampun tan, apa gak terlalu berlebihan gitu” jelas serly
“sayang, kamu pilih aja, mana yang kamu suka, aku pasti setuju” tambah reyhan
“nah , reyhan menurut aja, sekarang ini keputusan kamu, mau yang gimana, kalau tante sih suka sama yang ini ya” sandra meletakkan kertas-kertas itu di atas meja.
“hmmm,….. kalau bagus menurut tante, ya udah aku pilih yang itu “ serly memberikan keputusannya sambil tersenyum pada tantenya
“nah gitu dong, harus tetap pendirian” tambah sandra
“ia, tante, makasi ya atas bantuan nya” serly merangkul bahu tantenya sambil menyenderkan kepalanya di bahu tante nya itu.
“ia , kalau kalian bahagia, tante juga bahagia”
“sama-sama tante” tambah reyhan
Di tengah ke asyikan mereka berbincang-bincang, di restoran itu. Tiba-tiba mereka di kejutkan dengan kehadiran seorang pria berbadan tegap, berkulit putih, rambutnya sedikit ikal. Pria itu adalah Brams. Brams adalah mantan suami dari sandra, tantenya serly. Perceraiannya yang sudah hampir 6 tahun lamanya, ternyata tidak memebuat Brams melupakan sandra. Dia ternyata masih memiliki perasaan cinta untuk sandra. Namun karena sifatnya yang terlalu suka posesif (cemburuan) membuat dirinya selalu melakukan hal-hal yang menyakiti sandra. Kekerasan dalam rumah tangga yang selama ini sandra alami, dari Brams membuat dirinya takut untuk membina hubungan pernikahan dengan pria manapun. Namun Brams ternyata salah memahaminya. Brams merasa sandra tidak menikah dan mencari pengganti dirinya , karena sandra masih mencintainya dan masih mengharapkan nya. Namun kenyataan itu berbeda jauh dengan apa yang sekarang sandra alami. Kehidupannya selalu dihantui dengan ketakutan akan kehidupan kelam di masa lalunya.
“sandra,….” Tegur brams
Tiba-tiba b**u roma sandra tiba-tiba merinding, dia takut kejadian seperti yang lalu-lalu terjadi lagi, dia tidak ingin Brams, menyeret-nyeret dia di depan umum. Sandra Cuma diam terpaku, matanya menoleh kea rah serly dan reyhan. “oya, maaf kami sudah mau pulang, sekali lagi saya permisi dulu ya” sandra menarik tangan serly dan di ikuti oleh reyhan meninggalkan brams di restoran .
“san, tunggu, san” teriak brams, namun sandra tetap berjalan secepat mungkin menghindari brams sejauh mungkin. Dan hingga akhirnya mereka sampai ke parkiran .
“ayo rey, kita cepat pergi dari sini” ajak sandra
“baik tante”
Sesampainya di rumah, tante sandra sedikit gugup, sesekali dia menggigit jari jempolnya, entah apa yang dia takutkan, membuat reyhan semakin penasaran.
“maaf tante,…. Kalau saya terlalu ikut campur, kalau boleh saya tau pria itu siapa?” tanya reyhan pada sandra
“dia, mantan suami tante “ jawab serly dengan nada lemas
“udah serly, tante yang akan jelaskan pada reyhan” sahut sandra memecah ketegangan suasana
“maaf tante” tambah reyhan
“gak pa-pa kok” sandra dengan suka rela menceritakan kisah kelamnya kepada reyhan “dia mantan suami tante, tante sangat mencintai dia rey, kami sangat mencintai satu sama lain tapi itu dulu” jelas sandra membuka ceritanya sambil menitik kan air matanya yang sudah dari tadi mengenang di kantong mata.