EPISODE 18

1086 Kata
Flashback on “sayang, kamu berhenti kerja aja ya” perintah brams ke sandra “loh, kok begitu, kamu kan tau aku sebelum menikah sama kamu sudah menjadi wanita karier, jadi kenapa setelah kita nikah kamu tiba-tiba menyuruh aku berhenti kerja” sambut sandra “ kenapa kamu gak ngomong hal ini sebelum kita menikah, kan aku bisa berhenti sebelum kita nikah, ini setelah aku berhasil meniti karier aku menjadi lebih baik, kok kamu malah nyuruh aku berhenti” tambah sandra “kamu kok ngeyel sih,… kalau aku suruh berhenti ya berhenti dong” bentak brams Sandra menangis, dan pergi meninggalkan brams di ruang tamu.  Semenjak kejadian itu, sandra dan bram terus menerus bertengkar. *********** Malam itu sandra pulang bekerja sedikit terlambat, tanpa sengaja sandra mengantar sahabatnya eko pulang dulu ke rumahnya. Sesampainya di rumah, sandra di kejutkan dengan keadaan rumah yang sudah hancur layaknya seperti kapal pecah. Sandra kaget sekali di lihat barang-barangnya berhamburan keluar, dan brams sudah duduk menunggunya di depan rumah. “kamu dari mana?, kok telat pulangnya ?” tanya brams dengan wajah yang begitu menakutkan “maaf mas, tadi aku abis ngantar eko, teman kantor ku dulu , soalnya mobil dia lagi di bengkel” jelas sandra Namun semua penjelasan sandra menurut brams hanya omong kosong semata “ kamu bohong” tatapan brams semakin tajam ke arah sandra “tidak mas, sumpah” sandra menangis di hadapan brams “eko, ,….eko siapa pacar kamu “ tuduh brams lagi “ pacar kamu yang mana lagi” tuduhan itu bertubi-tubi “tidak mas, aku tidak selingkuh demi tuhan” teriak sandra membela dirinya karena dirinya memang tidak bersalah “pembohong”   plakkkkkkkkkkkkkk. Suara tamparan mendarat dipipi merah sandra, “au,…” sakit mas Bram mendorong sandra hingga jatuh terduduk, dan menarik kucirnya “ itu pantas untuk istri yang tidak pernah mendengar kan perkataan suaminya,” “mas, sakit, mas, ampun , lepas mas“ sandra mencoba memohon kepada brams agar melepaskan rambutnya. Namun brams, malah mencengkram rahang sandra sekuat tenaganya , hingga sandra tak bisa lagi bersuara. “sudah aku katakan berhenti bekerja, kamu di rumah saja, “ sambil melepaskan cengkraman dan tarikan di rambut sandra. Sandra terlutar ke samping meja hingga keningnya terbentur mengenai sudut meja dan berdarah. “i,… i,… ia mas, aku akan berhenti, aku janji, aku janji mas” dengan terbata-bata sandra mengucapkan janjinya. Brams mendekati serly yang sedang kesakitan kemudian memeluknya “ terima kasih ya sayang ku, maafkan aku, aku begini karena aku tidak ingin kehilanganmu” tiba-tiba sikap kasar bram berubah menjadi manis, manis seperti gula. Entah kemana perginya pria yang kejam yang baru saja menghajar sandra habis-habisan. ************ Satu bulan pristiwa kelam yang menyimpan luka di hati sandra itu berlalu. Namun masih membekas. Sandra pun sudah satu bulan berhenti bekerja. Sandra rela meninggalkan reputasi, prestasi, dan teman-temannya demi brams , demi keutuhan pernikahannya. Namun bukannya kebahagiaan yang sandra dapatkan. Malah brams semakin menjadi-jadi. Sedikit sandra buat salah dia langsung main tangan. Tak heran tubuh sandra dan wajahnya sesekali terlihat lembam, akibat pukulan dan tamparan dari brams. Hingga di pagi hari, brams tidak sengaja menemukan beberapa surat panggilan dari beberapa perusahaan untuk sandra. “ini apa?” tanya brams dengan penuh amarah “panggilan kerja mas, tapi aku udah tolak kok” jawab sandra “kamu bohong, kamu pasti mau bekerja lagi kan?” tuduhan brams membuat sandra sudah tidak tahan “kamu kapan sih percaya sama aku, aku ini istri kamu mas, aku bukan pembantu kamu” teriak  sandra “berani kamu ya” bram kembali memukul sandra “plaaaaaaaakkkk” tamparan keras itu mengenai pipi sandra, hingga mulut sandra mengelurakan darah. Sandra yang sudah tidak tahan akan perbuatan brams, langsung berlari keluar rumah, dan meminta bantuan kepada para tetangga “tolong, tolong , tolong saya” semua tetangga pun datang dan membantu sandra. Brams pun di goyong masyarakat setempat ke kantor polisi. Bram dinyatakan bersalah dan dihukum 5 tahun penjara. Sementara sandra meminta agar brams segera menceraikannya atas tuduhan KDRT. Selama 5 tahun di penjara ternyata tak membuat brams berhenti memikirkan sandra, dia tetap mencintai sandra. Hingga beberapa bulan lalu, ketika brams sudah dinyatakan bebas, dia berusaha menjumpai sandra di salah satu tempat pembelanjaan, dia menarik-narik tangan sandra agar sandra dapat memaafkan dia, dan memberinya kesempatan agar sandra mau menerima dia kembali. Flashback off “ya tuhan tante, rey tidak menyangka orang itu sangat kejam, dan berbahaya” jelas reyhan “ia sayang,… makanya tante bersikap seperti itu ketika melihat dia” tambah serly “kita tidak bisa tinggal diam sayang, tante sandra harus kita jaukan dengan orang seperti itu, dia itu pisikopat “ jelas reyhan “rey, tolong tante ya “ tangis sandra tiba-tiba pecah di ruang tamu “ia tante, rey pasti menolong tante” “ya, udah tante, masuk ke kamar aja ya, tante perlu istirahat” serly memopang tubuh sandra yang begitu lemas berjalan menuju kamar nya. ********** “sayang bagaimana keadaan tante?” tanya reyhan “dia udah tidur “ jawab serly “sayang , kasian tante sandra ya, pantes trauma dia itu sulit dia lupakan, dia susah buat move on”  tambah reyhan mengenang kisah pernikahan sandra yang begitu pahit. “ia , “ jawab serly dengan nada lemas “kok jawabnya gitu ?” reyhan penasaran “ia, kamu tahu salah satu alasan kenapa aku takut menikah itu karena takut kisah tante terjadi pada aku” jelas serly membuat reyhan sedikit kaget “maksud kamu, kamu pikir aku seperti brams psikopat itu?” jelasnya “semoga aja tidak“ sambut serly sambil berlalu berjalan mendahului reyhan  menuju mobilnya di depan rumah “tunggu, tunggu sayang” reyhan berusaha menarik tangan serly, dan menggenggam kedua tangan nya kemudian menciumnya dengan begitu hangat “ sayang, sifat aku tidak seperti dia sayang, aku akan selalu percaya, cinta, dan mendukung kamu” reyhan berusaha menjelaskan “kamu tahu , aku memang berambisi, tapi ambisi ku hanya ada 2” “apa itu?” “pertama mencintai, memiliki dan menjaga kamu, “ “terus yang kedua” serly sudah tidak sabar mendengar jawaban dari reyhan Reyhan tersenyum “ yang kedua , mencintai , menjaga dan melindungi mamaku” Serly tersenyum, dia melepaskan genggaman tangannya dari reyhan, dan langsung memeluk erat reyhan. reyhan behagia sekali. Ini kali kedua serly dengan suka rela tanpa beban memeluk dia setelah acara lamarannya di terima serly. Reyhan tak membuang-buang kesempatan itu, ia memeluk erat serly kembali. Hari ini adalah hari terindah buat reyhan. tampak dia sangat menikmati hangatnya pelukan dari serly. ***************** 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN