Episode 19

2150 Kata
Satu minggu lagi pernikahan serly dan reyhan akan segera di laksanakan. Semua perlengkapan pernikahan mereka, dari wedding organizer, gaun pernikahan, surat undangan, dan lainnya sudah di atur oleh tante sandra dan juga dara sahabat serly. Persiapan sudah hampir 90 %. Hari kebahagian serly dan reyhan akan segera tiba. Setelah kepedihan yang begitu menyayat hati mereka , kini waktunya kebahagiaan datang menghampiri mereka. “sayang, kamu gak masuk kantor hari ini?” tanya serly sambil meminum jus nya dengan sedotan. “gak, aku udah suruh sekretaris dan orang kepercayaan aku menghendel semua nya di kantor” jawabnya mudah “kamu kok gitu sih, sayang” serly cemberut” kamu tau gak sayang, kalau orang yang mau nikah itu dilarang untuk bertemu sebelum acara H nya tiba” jelas serly . Wajah reyhan cemberut, dahinya mengerut “ ah, omongan orang itu gak bener kok sayang” bantahnya “bener, tante sandra juga bilang, mamamu juga” tambahnya “terus kamu mau nuruti gitu?” “ya,…mau gimana lagi” serly mengangkat kedua tangannya pasrah “hmmm,…ya udah , aku mau nuruti tapi, kamu harus stanbay angkat telpon dari aku, kalau video call langsung angkat” ujarnya “posesif amat “ sahut serly “bukan posesif sayang, Cuma aku gak bisa jauh-jauh dari kamu” jelasnya “sama aja” serly mengangkat bibir nya maju “nih, yang bikin kagen,… “ “apa?” “bibirnya “ reyhan mensentil bibir serly “is, apaan sih, ya udah , oke” “nah gitu dong sayang” reyhan tersenyum bahagia. ************* Serly tampak berbaring di tempat tidur nya, tiba-tiba telponya berdering. Benar itu sebuah video call dari reyhan. serly pun cepat mengangkatnya. “hai sayang,…. “ “hai” “belum bobok?” “ni, mau bobok sayang, tapi kamu video call” “ia sayang, soalnya rindu” reyhan menggoda serly lagi “ya ampun tadi baru jumpa, belum lagi satu minggu” tambah serly “ya ampun, aku susah nafas sayang” jawab reyhan dengan begitu lebay “jangan gombal deh sayang, “ sahutnya “ia, ia, buk dokter yang susah di gombalin “ sambutnya “ya udah, aku bobok dulu ya sayang ku” “ia my honey my sweety ku, I love u, mimpi yang indah ya” “ia sayang ku, I love u, ummah “ “ummah “ serly menutup telpon itu. Kemudian menarik selimutnya sambil senyam-senyum melihat tingkah lucu calon suaminya. ******************** Semenjak serly memilih komitmen untuk tidak bertemu dengan reyhan sebelum acara pernikahan mereka, serly pun pergi ke tempat bekerja nya sendiri. Dia tidak mau reyhan mengantar jemputnya lagi, hal ini lah yang membuat reyhan sedikit tidak menyukainya. Diam-diam reyhan selalu mengikuti serly ketika pergi bekerja maupun saat pulang bekerja. Hal ini reyhan lakukan semata-mata dia merasa khawatir akan keselamatan serly. Reyhan takut terjadi apa-apa kepada calon istrinya itu. Persiapan pernikahan mereka sudah hampir 100 %, hari yang di nantikan itu akan terlaksana dalam hitungan hari . reyhan ingin bertemu satu kali saja dengan serly, hanya untuk melepas rasa rindu, akhirnya karena reyhan memaksa. Bukan reyhan Namanya kalau keinginannya tidak tercapai, dia akan selalu berusaha agar membuat serly meleleh dan mengingkari komitmennya walau satu kali. Akhirnya serly pun menyetujui. Siang ini serly sengaja mengajak reyhan bertemu di salah satu café. Serly sudah datang sekitar lima menit yang lalu, namun reyhan belum juga muncul. Serly berulang kali menelpon tapi reyhan tidak mengangkat. Serly mulai khawatir, dia takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. Serly sudah hampir mau memesan minuman sampai dua kali, tapi reyhan belum juga datang. Kekwatiran serly semakin memuncak, wajahnya mulai gelisah. Serly sudah tidak tahan hanya menunggu, dan duduk di café itu. Telponnya juga tidak reyhan angkat-angkat. Akhirnya serly memutuskan untuk keluar dari café menuju parkiran mobil. Di perjalanan serly tak berhenti memikirkan reyhan. “rey, kamu di mana sih, aku khawatir, katanya mau jumpa, masa’ udah 2 jam aku menunggu kamu gak nyampe-nyampe, “ serly sangat panik “apa terjadi sesuatu?” hatinya tak menentu. Pemikirannya kacau. Tiba-tiba , di tengah perjalanan, tanpa sengaja serly melihat sebuah mobil, dan ternyata itu adalah mobilnya reyhan. sedang terparkir rapi di sebuah supermarket. “itukan mobilnya reyhan” serly mencoba menghentikan mobilnya “ngapain dia di sini?” serly mendekati mobil reyhan, dan segera turun dari dalam mobil. Serly memeriksa mobil reyhan, namun reyhan tetap tidak ada di sana, lalu serly pun memutuskan untuk bertanya kepada beberapa pedagang asongan .” mas, lihat orang yang punya mobil ini gak?” “oh, mas ini ya mbak, kalau gak salah dia tadi pergi dengan bik darmi dan cucunya” kata salah satu pedagang itu “bik darmi yang jualan kue di sana” serly menunjuk tempat jualan yang berada di depan supermarket “ia mbak” “kemana ya kalau boleh tahu, soalnya pemilik mobil ini adalah calon suami saya” jelas serly “oh,… kurang tau ya mbak, mereka jalan kearah sana tadi, tapi saya tidak tahu mereka pergi kemana” jelas pedagang itu “oh, ya udah, sekali lagi makasi ya mas” serly tampak bingung. Kemana dia harus mencari keberadaan reyhan , cici dan bik darmi. Jujur walaupun serly mengenal mereka , tapi serly tidak tahu alamat rumah bik darmi dan cucunya sama sekali. Serly pun memutuskan untuk pulang kerumah karena sudah setengah jam dia menunggu di sana, namun reyhan maupun bik darmi serta cucunya tidak juga muncul di hadapannya. Sesampainya di rumah, serly begitu kesal, wajahnya cemberut seperti jeruk perut. Tante sandra jadi bingung , kenapa serly bersikap aneh seperti itu. “hai calon pengantin kok cemberut gitu, wajahnya jelek tau” ledek sandra “hmmmm,…. Kelihatan ya tan?” tanya serly “ia, kelihatan lah, soalnya cantiknya hilang” goda sandra lagi “tante,….. ada -ada aja deh”  serly menopang dagunya di atas meja “kamu kenapa?, cerita dong sayang” “ini gara-gara reyhan tante, katanya janjian mau jumpa, eh 2 jam aku tunggu di café, dia gak muncul-muncul, tau-taunya aku pas mau pulang lihat mobil dia terparkir di supermarket Taunya dia juga gak ada, malah pergi sama bik darmi dan cici” jelas serly “siapa bik darmi dan cici serly?” “ceritanya Panjang tante, nanti serly kenalkan ya sama mereka, yang jelas serly kesel banget sama reyhan, dia nelpon serly atau kabari serly aja sebentar aja, gak bisa” serly begitu kesal tampak dari rawut wajahnya “sayang, kamu jangan marah gitu dong, siapa tau reyhan lagi ada masalah, dan gak sempat buat ngabari kamu” sandra berusaha menenangkan keponakannya yang sedang kesal itu. “ia sih tante, “ serly memeluk tantenya “makasi tante udah ingatin serly” ******************* Malam itu, serly sedang duduk di teras rumahnya sambil menunggu telpon dari reyhan yang dari tadi membuatnya galau. Tiba-tiba suara klakson mobil merusak lamunan serly. Dia terkejut ketika tahu bahwa mobil itu adalah mobil reyhan. reyhan turun dari dalam mobil sambil membawakan setangkai bunga. Reyhan mendekati serly yang sedari tadi masih kaget dengan kedatangan reyhan. “sayang ini permintaan maaf ku untuk mu, maafkan aku yang sudah membuat kamu menunggu ku. Dan maafkan aku untuk 38 panggilan tak terjawab ku dari mu” reyhan berlutut di hadapan serly sambil menyerahkan bunga itu untuk serly.” Please maafkan aku” Serly terdiam, badannya terasa kaku. Bibirnya tak mampu berucap. Dia tak menyangka reyhan melakukan hal seperti ini untuk nya . “sayang maukan maafin aku” pinta reyhan lagi Serly Cuma mengambil bunganya lalu berkata “ ada syaratnya” “apa sayang “ tanya reyhan langsung “tolong jelasin kenapa kamu gak datang, kenapa mobil kamu ada di supermarket, dan kemana kamu dengan bik darmi dan juga cici, jelaskan sejujur-jujurnya” pinta serly dengan wajah datar tanpa senyuman “ia sayang , akan aku jelasin, tapi tolong maafin ya” reyhan bangun dan berusaha memeluk serly “etttt,…. Jelasin dulu, “ serly berusaha menghindar “oke-oke” reyhan mengalah. Reyhan dan serly pun duduk di kursi tamu di depan rumah serly. Reyhan berusaha menjelaskan pada serly tentang apa yang sudah terjadi padanya siang tadi. ************* Reyhan pov “pasti serly akan senang kalau aku kasi bunga ini” sambil mencium bunga mawar . Reyhan tetap focus pada jalannya, dia mengendarai mobil menuju arah café yang sudah serly share lok. Namun, di tengah perjalanan tiba-tiba reyhan tidak sengaja melihat bik darmi dan juga cici sedang bertengkar dengan seseorang di tengah jalan. Reyhan yang melihat hal itu langsung buru-buru menghentikan mobilnya, dan berusaha menolong bik darmi dan juga cici. “bik, kalian kenapa”  reyhan berusaha membantu bik darmi Betapa terkejutnya reyhan ketika melihat pria yang berusaha menarik cici dari tangan bik darmi, laki-laki itu ternyata alex. Mantan kekasih serly dan juga suami dari diandra. “alex….” Reyhan kaget,” ada masalah apa kamu dengan bik darmi” “ini bukan urusan kamu, minggir, sini serahkan cici” alex berusaha menarik cici dari tangan bik darmi “lepaskan, kami mohon biarkan kami pergi” teriak bik darmi “hai, lepaskan mereka, dasar b*******k, “ reyhan memukul wajah alex hingga keduanya terlibat perkelahian. Beberapa orang mencoba melerai keduanya, hingga alex pergi dari tempat kejadian. “bik, cici kalian tidak apa-apa” tanya reyhan pada bik darmi dan juga cici yang sudah berlinang air mata “tidak apa-apa, makasi ya tuan reyhan, karena tuan sudah menolong kami” ucap bik darmi “ya sama-sama, ayo bik saya antar pulang, rumah bibik dimana?” “dekat supermarket tempat nenek berjualan tuan” jelas cici “oh, kalau begitu silahkan naik” reyhan membawa bik darmi dan juga cici untuk pulang ke rumah. Mobil reyhan sengaja di letakkan di depan supermarket karena jalan untuk menuju ke rumah mereka sangat kecil sehingga tidak memungkinkan mobil untuk masuk ke sana. Reyhan mengantar mereka sampai ke rumah. Bik darmi mempersilahkan reyhan untuk singgah sebentar. Bik darmi membuat kan secangkir teh untuk reyhan. “maaf tuan, hanya ini yang bisa saya berikan” ucap bik darmi “gak pa-pa bik, ini sudah sangat lebih dari cukup” sambut reyhan “maafkan kelakuan alex tadi ya tuan” bik darmi memohon maaf pada reyhan “bibik kenal alex?” reyhan penasaran Bik darmi mengangguk, reyhan makin curiga, sebenarnya siapa alex ini. “bibik boleh cerita sama saya, saya tidak akan membuat bibik dalam bahaya, kalau bibik cerita mungkin saya bisa membantu bibik” jelasnya Bik darmi menunduduk, dia seperti tak sanggup mengatakannya. Reyhan meraih tangannya dan menggenggamnya “percaya sama saya bik” reyhan berusaha meyakinkan “baiklah” bik darmi akhirnya setuju “sebenarnya alex itu adalah suami dari anak saya, ibunya cici” reyhan sangat kaget mendengar penyataan dari bik darmi, rasanya seperti tidak percaya. “bibik yakin?” tanya reyhan meyakinkan bik darmi lagi “ia tuan, setelah anak saya meninggal dunia, dan dia tau bahwa cici punya penyakit, dia tidak mau membesarkan cici bahkan menganggap cici sebagai anaknya” jelas bik darmi “tapi kenapa tadi tiba-tiba dia menginginkan cici?” “dia ingin menjual cici tuan” jelas bik darmi sambil menangis “ya Tuhan, alex memang laki-laki b***t, kelakuannya sudah kelewatan batas, padahal dia adalah seorang dokter, tapi kelakuan dan sifatnya sangat b***t” reyhan tampak marah “ia tuan, “ bik darmi hanya menangis “apa cici tau bahwa alex ayahnya?” tanya reyhan pelan, agar tidak di dengar cici yang sedang berbaring di kamarnya “tidak tuan, tapi dia tau ayahnya masih hidup” jelas bik darmi lagi “kenapa bibik tidak memberitahunya?” tanya reyhan lagi yang semakin penasaran “karena istrinya nyonya diandra melarang saya memberi tahu cici bahwa ayahnya adalah alex” jelas bik darmi lagi semakin membuat reyhan semakin  marah. “kurang ajar, mereka memang sama -sama b**g**t, kelakuan mereka sudah tidak bisa di maafkan, bik darmi tenang saja, kalau suatu hari nanti alex datang dan menginginkan cici lagi, bik darmi langsung hubungi saya, “ reyhan memberikan beberapa harapan pada bik darmi “baik tuan” “ya udah kalau begitu saya pamit ya bik, ,….. “ reyhan bangkit dari duduknya “ya ampun saya hampir lupa, saya ada janji sama dokter serly tadi, kalau begitu saya permisi ya bik” reyhan langsung pamit “ia tuan, sekali lagi terima kasih” Reyhan pun buru-buru menuju mobilnya, tiba-tiba sorang pedagang menghampirinya “maaf mas, mas tadi ada yang cari” jelas seorang pedagang pada reyhan “siapa mas?” “seorang wanita cantik, katanya calon istri mas?” jelas pedagang itu lagi “oh,… ia terima kasih ya mas “ “sama-sama” Reyhan pun langsung pergi , ia menuju ke rumah serly. Reyhan tau saat ini pasti serly sangat sakit hati karena sudah lama menunggunya, dan reyhan baru sadar bahwa handpone nya dari tadi ada di dalam mobil. Ia melihat ada banyak panggilan dari serly disana. Pasti serly akan sangat kecewa dengan perbuatannya. **************  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN