EPISODE 30

1062 Kata
AUTHOUR POV Reyhan dan sandra sudah memberi laporan kepada polisi, atas pengakuan alex. Hal itu membuat pihak kepolisian untuk memantau gerak gerik dari diandra dan juga brams. Seharian diandra dan brams, Cuma di dalam rumah. Hanya ada 2 penjaga sedang berdiri di depan pagar rumah mereka. Tiba-tiba sebuah mobil hitam keluar dari rumah itu. Seorang mata-mata yang sudah reyhan perintahkan, langsung membuntuti pengendara itu dari belakang. Dengan bantuan pihak kepolisian, akhirnya sebuah mobil di paksa berhenti , dengan alasan sedang ada pemeriksaan. Ternyata di dalam mobil itu adalah diandra, hanya seorang diri. Setelah di lakukan pemeriksaan, diandra dinyatakan lolos dari pemeriksaan itu. Polisi tidak menemukan hal-hal yang mencurigakan. Mata -mata itu terus membuntuti diandra, hingga diandra berhenti di depan sebuah supermarket. Diandra berbelanja keperluan rumah tangga begitu banyak. Membuat mata-mata reyhan menaruh curiga. “untuk apa belanjaan sebanyak itu, seperti mereka ramai di dalam rumah itu, padahalkan dia hanya tinggal dengan omnya, mereka hanya berdua” gumam mata-mata itu Mata-mata itu kembali membuntuti diandra , hingga diandra berhenti di sebuah apotik. Diandra membeli beberapa obat, salah satunya seperti obat merah dan kapas. Mata-mata itu semakin curiga. “kenapa dia beli obat-obatan itu, ini semakin mencurigakan” Dindra langsung pulang, mata-mata itu terus membuntutinya hingga diandra benar-benar sampai kedalam rumahnya. Mata-mata itu memberitahukan, apa yang dilihatnya, dan apa yang di curigainya pada reyhan. semua tanpa lupa sedikit pun. “saya rasa, serly, bik darmi dan cici di sekap di dalam rumah itu” jelas mata-mata “kamu benar, kita harus memeriksa rumah itu segera” tambah reyhan ********** BIK DARMI POV “lepaskan cucu saya, lepaskan” bik darmi teriak dia sangat panik melihat cici sudah pingsan karena di bius.”kalian siapa?” tanya bik darmi ketakutan “diam,atau kau akan melihat mayat cucumu ini mengambang di sungai, mau?” ancam salah seorang penjahat. Kaki dan tangan bik darmi di ikat. Mulut dan matannya di biarkan terbuka, sehingga dia dapat melihat jelas, cici di letakkan di sebuah tempat tidur. “mau kalian apakan cucuku, lepaskan dia” teriak bik darmi lagi “diam” tiba-tiba suara tidak asing terdengar oleh bik darmi. Betapa terkejutnya dia, ketika dilihatnya diandra sudah berada tepat di hadapannya. Diandra mencekam rahangnya “kau tahu, aku sangat muak melihat dirimu, dan juga cucumu, hari ini, adalah hari terakhir kamu dan cucumu melihat dunia ini, aku akan menjual cici ke luar negeri dan kau akan aku bunuh, semua organ-organ mu akan aku jual, itu pun kalau laku, mengingat usia mu sudah sangat tua, hahahaha” diandra tertawa bahagia “dasar gila, perempuan tidak waras, lepaskan kami, kamu psikopat, lepaskan kami” bik darmi teriak dalam cengkraman diandra Diandra menampar bik darmi, hingga bibirnya berdarah “ia, aku gila, hahahaha, gila, “ dia menyengarai “ku mohon lepaskan aku nyonya , lepaskan, apa salah kami” tanya bik darmi sambil menangis “hahaha, kalian tidak salah, Cuma lagi aku tidak mau harta-harta alex, jatuh ketangan cucumu ini” jelasnya sambil menatap bik darmi dengan niat liciknya “ku mohon lepaskan kami, kami janji tidak akan meminta apa-apa dari nyonya, lepaskan kami nyonya, kami tidak akan pernah menyinggung masalah harta alex, saya janji akan tetap merahasiakan dari cici kalau alex bukan ayahnya”jelas bik darmi memohon pada diandra “apa kalian bisa di percaya” tanya diandra menyengarai “bisa, nyonya bisa” jawab bik darmi terbata-bata penuh ketakutan dan juga kecemasan Diandra diam sejenak, berusaha berfikir sesuatu Tiba-tiba…. “hah,…kau pikir aku begitu mudah mempercayai mu, tidak semudah itu sayang, aku akan tetap melenyapkan kalian dari sini, agar semuanya clear,” jelasnya sambil tertawa “ku mohon jangan nyonya, percaya lah pada kami” bik darmi menangis ketakutan, jantungnya dag-dig-dug tak karuan. “ya tuhan, tolong selamatkan kami, ku mohon “ bik darmi memohon pada diandra, namun diandra pergi berlalu meninggalkannya sambil tertawa bahagia. ************** Malam itu, penggerebekan rumah diandra siap di lakukan. Beberapa polisi berusaha mengepung rumah diandra dari berbagai sudut. Sebagian datang dari depan. Penjaga diandra berusaha melarang masuk dan memberontak, namun dengan diatasi beberapa mata-mata reyhan dan polisi lain, akhirnya, mereka bisa masuk ke dalam rumah itu. Pintu rumah diandra di kunci sehingga membuat polisi harus mendobrak pintu itu hingga terbuka. Mereka mendapati rumah dalam keadaan kosong, dan begitu sepi, diandra dan juga brams tidak ada di mana-mana. Polisi berusaha mencari kemana-mana namun mereka belum juga di temukan. Polisi merasa Lelah dan juga bingung, kemana perginya kedua pelaku, padahal seluruh keliling rumah sudah di jaga ketat oleh polisi yang lain. Pasti mereka tidak akan lolos kalau berusaha kabur. Tiba-tiba reyhan yang ikut Bersama polisi, teringat akan sesuatu. Dulu waktu masih pacarana Bersama diandra, diandra pernah mengatakan kalau rumah mereka memiliki ruang di bawah tanah. Reyhan bergegas mencari jalan ke ruang bawah tanah itu. Reyhan berlari ke sana ke mari, dan akhirnya pintu itu reyhan temukan juga. Reyhan berusaha membukanya, dan masuk ke dalamnya Bersama beberapa orang polisi. Mereka berjalan perlahan, dan benar saja, reyhan tak percaya, melihat serly yang sedang pingsan dalam keadaan tangan dan kaki masih terikat. Reyhan juga melihat ada bik darmi di samping serly “sayang, bangun” reyhan menepuk-nepuk pipi serly, namun serly belum juga bagun. Akhirnya reyhan membawa serly dan bik darmi keluar dari ruangan itu. Tiba-tiba polisi berhasil menemukan diandra dan juga brams, yang sedang bersembunyi di ruang bawah tanah itu. Beberapa polisi menodongkan senjata kepada diandra dan juga brams, diandra dan brams pun di tangkap. Namun saat ingin di tangkap brams, berusaha memberontak, dia ingin melarikan diri dari polisi, namun sangat disayangkan akhirnya dengan terpaksa polisi melayangkan sebuah tembakan , timah kedua terpaksa menembuh perutnya. Brams sekarat, diandra pun menjerit histris. “om,….om, jangan tinggalkan diandra om, om “ diandra teriak sambil menagis, dia harus menyaksikan om kesayangannya harus meninggal secara tragis. Timah itu berhasil merenggut nyawa brams. Dia tidak bisa tertolong.  polisi juga menemukan cici sedang pingsan di salah satu ruangan di bawah tanah itu. keadaannya sangat mengkhawatirkan. serly, bik darmi dan cici dengan segera di bawa ke rumah sakit. keadaan mereka memang sangat mengkhawatirkan sekali. diandra dinyatakan bersalah, karena sudah terjerat beberapa kasus penculikan, dan percobaan pembunuhan . dia pun langsung diboyong ke kantor polisi.  "lepaskan, aku tidak salah, lepaskan, mereka yang salah, mereka yang membuat om ku meninggal, lepaskan" diiandra berteriak-teriak dalam pegangan polisi, dia memberontak namun sayang, usahanya sia-sia. kini dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di kantor polisi. ***************** 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN