EPISODE 31

977 Kata
Author pov Serly, bik darmi dan cici sudah masuk ke dalam IGD, Mereka mendapatkan pertolongan pertama. Reyhan, tante sandra , dan buk maysa, sudah menunggu di depan ruang IGD, Dengan hati gelisah, dan sangat takut. Reyhan sudah tiga kali berdiri kemudian duduk lagi, itu lah yang ia lakukan terus menerus. Dirinya sangat khawatir dengan keadaan mereka. Reyhan sangat takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terjadi pada serly. “ya tuhan tolong selamatkan istriku, bik darmi dan juga cici, selamat kan mereka “ gumam reyhan dalam hati. Tak sadar bulir  air matanya jatuh . dia menangis tanpa bersuara. Dirinya benar-benar lemah saat ini. Dia tidak tega melihat kondisi istrinya yang begitu mengkhawatirkan. Sandra dan buk maysa saling menguatkan, air mata mereka tak kunjung berhenti, terutama sandra, begitu tau serly telah di temukan dan langsung di bawa ke rumah sakit, dirinya sangat bahagia. Dirinya tak henti menangis, ya tentunya tangis kebahagiaan. Kini sandra dan buk maysa hanya bisa berdoa untuk keselamatan serly, bik darmi dan juga cici. Dara pun datang menghampiri mereka di depan IGD. “bagaimana tante, apa sudah ada kabar dari dokter?” tanya dara pada sandra “dokter belum keluar dara, kami masih menunggu” “tante sabar ya, semoga serly baik-baik saja ” dara memeluk sandra sambil menangis “ia dar, amin” Hampir 2 jam mereka menunggu di depan ruang IGD, akhirnya dokter pun keluar. “dok, bagaimana keadaan mereka dok? Tanya reyhan “alhamdulillah, mereka baik-baik saja, hanya saja, serly dan bik darmi mengalami beberapa luka di bagian wajah dan tangan, tapi insaallah dalam beberapa hari akan segera membaik” jelas dokter “alhamdulillah, terima kasih ya allah” ujar sandra bahagia “ya, kalau ingin bertemu silahkan, mereka sudah di pindahkan ke ruang rawat pasien,  tapi hanya dua orang ya,  bergantian” jelas dokter “ia dokter, terima kasih. Buk maysa, menyuruh reyhan dan sandra untuk masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan itu. “sayang, kamu baik-baik saja” ucap sandra pada serly sambil memeluknya erat, air matanya tumpah sekali lagi “tante, serly gak pa-pa kok, alhamdulillah serly sekarang sudah selamat dan lepas dari sekapan diandra dan om brams” jelas serly menenangkan sandra yang menangis sejadi-jadinya “ia, maafkan tante ya ser, karena masalah tante, kamu jadi korban sayang, maafin tante ya, “ tangis sandra tak terbendung lagi, dia merasa bersalah sekali kepada serly. “tidak apa-apa tante, serly ikhlas, semua yang telah terjadi pada orangtua serly, dan juga serly adalah takdir, serly udah melupakannya, sekarang kita buka lembaran baru, masa lalu biarlah berlalu” tambah serly, yang sedari tadi memeluk sandra. “ia, sayang, makasi ya, “ sandra tersenyum bahagia, melihat serly yang sudah semakin membaik. Reyhan sedari tadi sudah tidak sabar ingin memeluk istrinya itu, di hampirinya serly dengan sangat dekat, di tangkapnya wajah serly dengan kedua tangannya, perlahan dia cium mata kiri serly, mata kanan serly, kening serly, pipi kanan dan kiri serly, hidungnya, bahkan terakhir bibirnya, reyhan sudah tidak lagi malu melakukannya padahal di samping mereka sedang ada sandra yang sedari tadi senyum-senyum melihat sikap mesra reyhan yang begitu berlebihan kepada keponakannya itu “sayang malu, sama tante” ujar serly “biarin, soalnya aku rindu berat sama kamu, rindu serindunya “ reyhan memeluk serly begitu erat, seperti tak ikhlas untuk ia lepas, ia elus punggung serly, berulang-ulang, dia cium bahu serly sedalam-dalamnya “aku rindu baumu” bisik reyhan ke telinga serly Serly pun tertawa kecil, dia tidak menyangka reyhan begitu sangat mencintainya “sayang, aku mencintaimu, aku takut kehilanganmu, “ tambah reyhan lagi Sandra yang dari tadi dianggap seperti anti nyamuk, memutuskan untuk meninggalkan sepasang suami istri itu, dia merasa, perlu memberikan waktu yang banyak buat mereka berdua, pasti mereka sangat memerlukannya. Selesai melepas rindu beratnya dengan serly, reyhan pun menjenguk bik darmi dan juga cici, karena ruangan mereka bersampingan. “bik darmi, cici, apa keadaan  kalian sudah membaik?” tanya reyhan pada bik darmi dan cici yang sedang terbaring di ranjang masing- masing. “alhamdulillah sekarang jauh lebih baik tuan” jelas bik darmi dengan terbata-bata sebab bibirnya sedang terluka karena pukulan dari anak buah diandra “cici juga, sekarang alhamdulillah membaik tuan”sahut cici “alhamdulillah, kalau keadaan kalian semakin membaik, maka kalian akan cepat pulang, “ jelasnya “ia tuan, terima kasih “ bik darmi bahagia sekali karena bisa selamat Bersama cucunya dari penculikan itu “sama-sama” “jadi dokter serly bagaimana tuan?” tanya bik darmi “oh keadaannya sekarang ini juga mulai membaik” ucap reyhan “syukurlah” “ya, udah kalau begitu saya pamit keruangan serly dulu ya  bik, cici” “oh ia tuan” jawab mereka bersamaan “ sekali lagi terima kasih buat bantuannya “ ucap bik darmi “ia bik, saya permisi ya” reyhan pergi keluar meninggalkan bik darmi dan juga cici. Dan kembali ke ruangan dimana serly sedang di rawat. ********** Buk maysa dan dara bergantian memeluk serly, mereka sangat merindukan sosok wanita baik yang satu ini. “sayang, mama bahagia , dan sangat senang kamu bisa kembali sayang dalam keadaan baik seperti ini” jelas buk maysa “ia ma, serly juga sangat bahagia , bisa kembali berkumpul sama kalian” sambutnya “ser, aku minta maaf ya soal kejadian penculikan itu, maaf aku gak bisa bantu kamu” ucap dara sambil merunduk di depan serly Serly menggenggam tangan dara dan menganggkatnya ke atas perutnya.”udah dar, jangan salahkan dirimu, ini bukan kesalahanmu , aku sangat beruntung memiliki sahabat yang baik seperti kamu , sangat -sangat beruntung sekali” jelas serly “hmmmm, makasi serly sayang, “ dara memeluk serly sekali lagi “ia, “ serly mengusap punggungnya . Kebahagiaan itu terukir di wajah semuanya, mereka sangat bersyukur, akhirnya kebenaran lah yang menang, dan kejahatan sekarang terbongkar. Serly sangat bersyukur diandra sekarang di jebloskan ke dalam penjara. Dan bram telah meninggal dunia. Serly merasa sedikit lega. ************** 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN