EPISODE 2

808 Kata
Pagi itu , serly bergegas untuk berangkat ke rumah sakit . tantenya Sandra menatap wajah serly dengan sangat dekat “ matanya bengkak lagi ,” Sandra mengusah mata sely  “gak kok tante,” serly mengelak , dia tidak mau tantenya terlalu  mengkhawatirkannya “jangan bohong sayangku, tante tau kamu masih suka menangis saat mau tidur, kamu jangan menyembunyikan kesedihanmu , kamu cantik sayang, berprestasi, seorang dokter, pasti banyak cowok-cowok di luar sana yang sedang antri menunggu cinta dari mu” Sandra memberi semangat pada serly “tante aku gak kenapa-kenapa kok, ya udah aku pamit pergi ya, tante hati-hati di jalan” Sandra merasa sangat sedih melihat kondisi serly yang begitu rapuh, di peluknya serly dengan erat “kamu juga hati-hati ya, tante sayang kamu” “ia tante, makasi ya, da” serly pun berangkat ke rumah sakit. Sandra sangat sedih sekali melihat kondisi keponakanya itu, dia tidak ingin kekecewaan seperti dirinya alami akan terjadi lagi pada serly. Kehidupan serly sudah begitu sakit semenjak dirinya kehilangan orang yang dia cintai yaitu orangtuanya. Dia tidak ingin kesakitan ini akan terjadi kembali dan membuat serly semakin terpuruk. Dia mengingat betapa susahnya Sandra harus membangunkan semangat serly kembali  setelah dia harus mengetahui bahwa orangtuanya meninggal dunia. Dia cukup mengetahui sikap serly yang sangat susah move on tidak jauh beda dari dirinya. Kegagalan cinta membuat serly kembali rapuh sama seperti rapuhnya dia beberapa tahun lalu. Sandra berjuang begitu keras membangunkan semangat serly. Dia sadar bahwa saat itu Alex lah yang membantu dia  selalu menemani dan menjaga serly , maka tak heran saat ini hati serly begitu hancur ketika dia mengetahui orang yang dia cintai mengkhianati dirinya, cintanya dan kepercayaannya.   Sesampainya di rumah sakit, serly bertemu dengan Dara sahabatnya “ser, udah ada pasien tu” “ia ni dar, aku masuk dulu ya” serly berlalu pergi  , namun di tahan oleh dara “ nanti siang kita makan siang bareng ya” . wajah dara memohon “ ok,… nanti telpon aja”.  “sip” dara pun masuk keruangannya Setelah selesai memeriksa dan menangani bebarapa pasien, serly dan dara pun pergi ke sebuah restoran yang tak begitu jauh dari rumah sakit. “ser, kamu mau makan apa?” sambil menunjukkan menu makanan pada serly “sama aja la”      “bener ni” “ea “ “ya udah mbak, kini pesan ini dua ya, minumnya jus jeruk aja ya dua” sambil menunjukkan menu makanan pada pelayan restoran “ia mbak, tunggu sebentar ya “ Setelah beberapa menit, makanan yang mereka pesan pun tiba, serly dan dara menyantap makan siang dengan santai, di tengah perbincangan serly dan dara, tiba-tiba dara teringat sesuatu. “ser, aku ada seorang pasien yang sedang menderita penyakit tumor, Namanya ibu apa ya , ibu,….apa ya, kok lupa sih Namanya, padahal udah kenalan” dara mencoba mengingat-ingat “ya , emang ibu itu kenapa ?” “ibu itu  nangis-nangis dia takut sekali akan penyakitnya, aku sampai gak bisa menenagkan dia ” “trus kamu mau apa?” tanya serly ketus “yah,…aku pengen….” “hmm,…bau-baunya kecium ni mau minta bantuan” “hehehe,…tau aja, please bantu aku ya buat menenangkan ibu itu soalnya kalau lagi pemeriksaan dia selalu nangis tidak terkendali, kayaknya dia perlu nasehat deh, kamu kan super jago kalau nasehatin seeorang” “ah,…lagi males dar, lagi gak mood” serly menolak “ser, please , bantu aku ya, ibu ini kasian banget, kayaknya dia mulai putus asa akan penyakitnya, mau ya!” dara memasang wajah memohon pada serly “ya ampun, mulai lagi deh ekting” serly memasang wajah cemberut “mau ya, kamu gak kasian sama ibu itu, aku udah coba kasi dia motivasi, tetap aja dia nangis-nagis, dan nangis terus, entah apa masalah dia, aku juga gak tau lagi mau buat apa” “oke,… aku mau bantu, tapi ada syaratnya,” “apa syaratnya?” dara penasaran “ini yang terakhir, aku juga punya pasien kali” Dara tersenyum “ia,…ia, aku juga tau kok, tadi ni darurat banget aku udah angkat tangan sama ibu ini” “ia, jadi  kapan ibu itu datang untuk priksa lagi?” serly terpaksa menerima permintaan dara, karena dia orangnya selalu tidak tegaan melihat seseorang memohon-mohon meminta bantuannya. “nah, gitu dong baru sahabat, rencana besok ibu itu cek up, besok aku kabari” “ok “ dara terlihat sangat senang, karena permintaannya pada serly di kabulkan. Dia juga tampak bahagia sebab dia menginginkan sahabatnya itu kembali semangat seperti sebelumnya. “kamu harus jadi serly yang kuat, baik dan selalu menjadi panutan. kamu harus jadi serly yang  selalu bisa memberikan masukan dan nasehat-nasehat yang baik lagi buat pasienmu, aku ingin kamu yang dulu serly. Aku sebagai sahabatmu menginginkan itu “ gumam dara dalam hati.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN