EPISODE 9

1280 Kata
Dara sudah berada di depan rumah ibu maysa,…. Di pencetnya bel di pagar depan. Seorang satpam datang menghampiri dara “mau cari siapa ya mbak?” “mau cari ibu maysa, saya dokter yang merawat dia di rumah sakit, apa ibu maysa ada?’ “oh,…ada silahkan masuk buk dokter” satpam membukakan pintu gerbang dan mempersilahkan dara masuk. Sesampainya di dalam rumah, dara bertemu dengan seorang suster yang sengaja reyhan tugaskan untuk merawat mamanya “sus, ibu maysa dimana?” “oh ada di kamarnya dokter, silahkan masuk” “baik” Dara pun menghampiri bu maysa ke dalam kamar “hai bu maysa,….” sapa dara dengan ramah “eh, ada buk dokter, ada apa ya, apa obat saya ada ketinggalan atau kelupaan? “ tanya bu maysa pada dara “oh tidak kok buk, saya ke sini bukan mau membicarakan masalah obat atau hal yang lainnya, saya datang ke sini hanya ingin membicarakan masalah dokter serly dan anak ibu maysa” “nak serly dan reyhan anak saya?” ibu maysa kaget “ia buk, maaf sebelumnya kalau salah telah lancang membicarakan ini pada ibu,mengingat ibu masih dalam keadaan sakit,  tapi saya pikir , hal ini harus di bicarakan, karena ini menyangkut nama baik serly buk” “kenapa nak serly dokter?” “begini buk, anak ibu,  reyhan tidak sengaja mendengar pembicaraan antara ibu dengan serly.  ibu mengatakan berterima kasih sekali karena serly telah membantu ibu untuk bertemu dengan reyhan, ibu merasa serly wanita yang baik, dan berharap ibu mendapatkan menantu yang baik seperti dokter serly. Apa ibu tahu, anak ibu telah salah paham, dia menuduh serly melakukan semua ini , dengan membantu ibu dia bisa mendapatkan imbalan dari ibu, dia bisa memperalat ibu agar menjadikan dia menantu ibu, serly sangat sedih sekali buk, karena reyhan, telah menuduh dan menghinanya ” Dara terus menjelaskan dengan Panjang lebar, sehingga membuat buk maysa merasa terkejut mendengar perbuatan anaknya yang begitu menyakiti hati dokter serly. “maafkan kesalahan anak saya buk dokter, maaf saya tidak mengetahui hal ini, maafkan saya” “buk maysa tidak bersalah, reyhan lah yang telah salah  paham pada serly buk, dia salah menilai kebaikan serly, dia pikir serly sama seperti wanita-wanita lain yang dia temui, dia salah buk” “ia dok, saya atas nama anak saya memohon maaf yang sebesar-besarnya” ibu maysa menangis , dia tak menyangka reyhan sanggup melakukan itu pada serly “ibu jangan minta maaf sama saya, minta maaf lah pada serly, kalau begitu, saya permisi ya buk, saya harap, permasalahan ini cepat selesai, terima kasih” dara pun pergi meninggalkan buk maysa, yang sedang bersedih. Dara merasa lega karena telah meluapkan segala uneg-uneg yang sudah hampir meledak di dalam dadanya. Kini giliran reyhan yang akan dapat batunya. Bu maysa menangis, dia tak menyangka anaknya tega melakukan perbuatan seperti itu pada serly yang begitu baik, dan sudah mau menolongnya . Beberapa jam  kemudian reyhan pun pulang , dilihatnya mamanya sedang berbaring di tempat tidur “ma,…ma ayo bangun, mama sudah makan?” Ibu maysa tetap diam, dia tetap tidak mau menjawab pertanyaan reyhan, dia duduk dari berbaringnya dan menyandarkan kepalanya  ke dinding , matanya penuh amarah pada reyhan sehingga membuat reyhan bingung melihat sikap mamanya “mama kenapa, kok begitu lihat rey” bu maysa tetap diam, air matanya tiba-tiba menetes , reyhan semakin panik “ma, mama kenapa, apa reyhan buat salah lagi sama mama, maafkan reyhan ma, kalau rey salah” reyhan berusaha memeluk mamanya, namun di dorong langsung oleh buk maysa. “jangan sentuh mama” bu maysa menangis air matanya terus bercucuran “ma, maaf kalau rey punya salah , rey tahu selama ini rey melakukan kesalahan yang begitu besar sama mama, rey mohon maafkan rey ma” Plaaak….. (mama nya menampar reyhan) Reyhan tak berkutik, dia terkejut. Mamanya menamparnya sambil menangis, di Tarik nya tangan mamanya “ma, aku mohon maaf, maafkan aku ma” “reyhan, kenapa kamu melakukan itu nak”  reyhan tampak kebinngungan “melakukan apa ma, rey tidak mengerti” “kenapa kamu menuduh nak serly seperti itu” Reyhan terdiam, wajahnya tampak kebingungan, “mama dari mau tahu?, apa wanita itu mengadu pada mama?, sudah aku duga dia bukan wanita baik ma, mama harus menjauhi dia, dia punya niat yang tidak baik ma dengan mama” reyhan terus mengatakan hal-hal yang membuat bu maysa semakin marah “sudah reyhan, cukup, mama gak mau kamu mengatakan hal itu lagi, kalau kamu tau yang sebenarnya terjadi pasti kamu akan merasa bersalah dan malu nak” “udah ma, cukup, reyhan rela mama tampar atas mama jangan bahas wanita itu lagi ya, apa perlu aku datang ke rumahnya dan memberikan dia sejumlah uang” “sudah reyhan cukup, jaga ucapanmu, mama membesarkan mu bukan mau menjadi seseorang yang tidak punya hati nurani, baru semalam mama bangga akan sikapmu, namun hari ini mama sangat kecewa sekali padamu nak, hati mama hancur mendengar perbuatanmu” “ma, reyhan Cuma tidak mau mama di tipu sama dia itu aja” reyhan berusaha menjelaskan pada mamanya, mamanya tetap menangis “sayang dengarkan mama sekali ini boleh?” “baik lah ma” walau hatinya sebenarnya menolak “sebenarnya nak serly itu dokter umum di rumah sakit mama di rawat” Reyhan terkejut mendengar perjelasan pertama mamanya “dokter ma” Ibu maysa mengangguk “ia sayang” Reyhan seketika mengingat saat serly berusaha membantunya mengobati luka di tanganya karena berkelahi dengan alex. “kamu tahu nak, sebenarnya dokter dara yang meminta agar nak serly membantu menenangkan mama ketika  menangis-nangis seperti orang  kerasukan saat mama tidak bisa menyampaikan penyakit mama dengan mu reyhan, dia berusaha menanyakan masalah mama dan berusaha membantu mama untuk menemui kamu, dia melakukan itu karena tulus ingin membantu, karena dia merasa kasihan pada mama, punya anak tapi tidak peduli sama anaknya, bahkan sampai ibunya sedang sekarat anaknya tidak tahu. Serly merasa kasihan sekali saat itu sama mama nak, dia berusaha menemui kamu dan memberitahu mu keadaan mama, walaupun melakukan itu adalah hal sulit baginya, tetap ia lakukan sayang. Dengan tulus tampa pamrih, padahal mama bukan pasiennya.” Reyhan tertunduk dia tersandar di meja kecil di samping tempat tidur mamanya “kamu tahu sayang, dokter dara pernah cerita sama mama bahwa serly melakukan semua itu karena dia pernah merasakan kehilangan orangtuanya , makanya dia tidak tidak ingin kamu merasakan hal yang sama seperti apa yang dia rasakan nak, selagi kamu punya kesempatan menjaga dan merawat orangtua mu, maka jangan sia-siakan kesempatan itu sayang, sebelum semua kesempatan itu hilang” Reyhan memeluk mamanya “ma, maafkan reyhan ma, reyhan telah salah menilai serly ma, reyhan sangat menyesal ma, hatinya pasti hancur dan terluka ” reyhan merasa bersalah sekali pada serly “ia sayang, kamu tahu, dia tidak pernah meminta apapun dari mama, mama hanya kepengen punya menantu seperti serly, sudah cantik baik lagi, itu aja sayang, bahkan serly tidak mengubris sedikit pun permintaan mama itu” “ia ma, reyhan merasa bersalah sekali, reyhan malu pada serly ma, “ reyhan terus memeluk mamanya “ma, semua ini tidak akan terjadi kalau reyhan tidak bersikap seperti itu, maafkan reyhan ya ma, selama ini reyhan terlalu sibuk dengan pekerjaan reyhan dan masalah-masalah reyhan, sehingga reyhan lupa kalau reyhan masih punya mama” “sayang, memang kamu ada masalah apa, cerita sama mama, mama akan selalu bersedia mendengarkan semua cerita mu sayang” Reyhan tertunduk, air matanya menetes “maafkan reyhan ma, selama ini reyhan tidak cerita sama mama” “memang kenapa sayang” “sebenarnya banyak hal yang telah terjadi ma, mama ingat Diandra, “ “diandra pacar kamu yang pramugari itu?” “ia ma” 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN