“ser, kamu gak kerja sayang… udah jam berapa ini?”
Tok…tok…tok… (Sandra terus mengetuk pintu kamar serly namun serly tetap tidak menjawab)
“sayang kamu kenapa, tante masuk ya” Sandra kwatir sekali karena dari tadi serly tetap tidak menjawab, Sandra pun masuk ke dalam kamar, di lihatnya serly masih di tempat tidur “kamu kenapa sayang” Sandra memegang kening serly “ya ampun sayang, suhu tubuh kamu panas sekali, kamu sudah minum obat?”
Serly hanya diam, Sandra semakin kwatir, dia merasa sudah terjadi sesuatu kepada keponakannya itu , Sandra pun ingin pergi keluar mengambil obat untuk serly, namun tangannya di Tarik serly, dan kemudian serly memeluk nya , serly tiba-tiba menangis, Sandra semakin kwatir “kamu kenapa sayang, cerita sama tante, mungkin tante bisa membantu “
Serly terus menangis dan memeluk Sandra “tante, apakah membantu seseorang itu salah?”
“tidak sayang, tidak ada di dunia ini yang salah kalau kita tulus membantu”
“aku tulus tante, tapi kenapa aku tetap di anggap salah, bahkan dihina”
“sayang, kalau ada yang bicara seperti itu padamu, berarti dia tidak pernah menolong orang lain dengan tulus, jadi kamu jangan ambil hati ucapannya”
“tante hatiku hancur, di hina, dituduh, padahal aku gak melakukan apa yang dituduhkannya”
“siapa sayang, siapa yang sudah melakukan ini padamu, kata kan pada tante, katakan serly” Sandra mulai panik, dia merasa marah saat tahu keponakannya yang baik ini di hina dan dituduh macam-macam.
Sambil menangis Serly pun menceritakan kejadian yang menimpanya tadi malam, Sandra semakin panik dan marah “dasar pria kurang ajar, berani sekali dia memperlakukan kamu seperti itu, tenang serly, tante akan beri pelajaran sama dia” Sandra ingin pergi , namun tiba-tiba serly menahannya “ jangan tante, aku mohon, jangan temui dia, aku tidak mau lagi berhubungan apapun dengan nya, “
“termasuk dengan mamanya?” tanya Sandra pada serly
Serly mengangguk,…. “baiklah, tante harap kamu tepati janji kamu, jangan berurusan dengan kelurganya lagi, paham.”
“ia, tante”
“ya udah , sekarang kamu minum obat dulu, lalu istirahat, nanti tante telpon dara untuk permisikan kamu”
“ia “
Sandra sedikit kecewa dengan serly yang menyuruhnya untuk tidak menemui reyhan , padahal Sandra sangat menggebu-gebu ingin melabrak pria yang bernama reyhan itu. Ingin rasanya Sandra menampar mulutnya yang sudah melecehkan serly dan menghinanya. Tapi apa boleh buat serly memang keponakannya memiliki hati yang begitu baik, bahkan terlalu baik baginya, sehingga orang lain begitu mudah menyakitinya.
*********
POV REYHAN
“Ma, hari ini mama dibolehkan pulang, karena kondisi mama semakin membaik , jadi dokter menyarankan agar mama di rawat di rumah saja, reyhan sudah menyiapkan suster untuk jaga mama di rumah, jadi kalau mama kenapa-kenapa , suster bisa membantu mama”
“makasi ya sayang, mama beruntung sekali punya anak yang baik seperti kamu”
“ia ma, reyhan juga beruntung punya mama yang baik,kayak mama”
Tiba-tiba dokter dara datang menghampiri mereka
“selamat ya bu maysa, akhirnya ibu bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat”
“ia dokter, terima kasih,….” Buk maysa memeluk dokter dara “oya dok, nak serly kemana ya, kok gak datang temui ibu” reyhan menatap mamanya, dia terkejut mendengar mamanya memanggil nama serly, karena nama itu yang di dengarnya saat menguping pembicaraan mamanya dengan , wanita yang ia hina tadi malam itu.
“oh, serly sedang sakit bu maysa, dia sedang demam , tidak enak badan” dara mencoba menjelaskan, karena sesungguhnya dara juga tidak mengetahui pristiwa yang sudah terjadi antara serly dan reyhan
“oh,… begitu, titip salam ya sama nak serly”
“alasan, pasti udah malu, gara-gara kecium niat busuknya sama aku” gumam kevin dalam hati
“iya buk, akan saya sampaikan, y udah, saya permisi dulu, hati-hati di jalan ya”
“ya dokter, terima kasih sekali lagi”
****************
POV IBU MAYSA
Reyhan pun membawa mamanya pulang ke rumah , namun di tengah perjalanan tiba-tiba reyhan menghentikan mobilnya “lo nak, kenapa berhenti, ? mama nya heran
“ma, kita singgah ke supermarket sebentar ya ada yang mau reyhan beli”
“oh ia, “
“mama, tunggu sebentar ya”
“ia nak”
Ibu maysa hanya melihat dari dalam mobil, sehabis dari dalam supermarket , reyhan menghampiri Seorang penjual kue, dan memberikan amplop kepada penjual kue itu, ibu maysa sangat penasaran, sebenarnya siapa penjual kue itu. Reyhan pun masuk ke dalam mobil
“nak, ibu itu siapa?”
“oh itu bik darmi, ma….”
“kamu kok kasi amplop mama lihat”
Reyhan tersenyum…..”bik darmi ini orang gak punya , kasian dia ma, dia banting tulang membesarkan cucunya sendiri dengan berjualan kue ma”
“ya ampun sayang, mama gak nyangka kamu sebaik ini, ternyata sisi baik kamu juga ada sayang”
“mama pikir aku sejahat itu”
“tidak sayang melihat sikap kamu yang terlalu berambisi dengan pekerjaan dan karier mu, mama gak nyangka aja kamu mau memperhatikan orang-orang disekelilingmu”
“mama, reyhan sadar , selama ini reyhan terlalu sibuk dengan pekerjaan dan masalah-masalah reyhan sendiri, sehingga reyhan sampai lupa kalau reyhan masih punya mama, yang senantiasa selalu ada buat rey”
“ia sayang, maafkan mama, mama pikir kamu telah berubah nak” bu maysa memeluk anaknya
“mama jangan kwatir, reyhan akan berusaha menjadi anak mama yang lebih baik lagi, tahun-tahun lalu, bulan-bulan lalu, dan hari-hari yang lalu reyhan banyak salah sama mama, sehingga suatu hari mata reyhan terbuka kalau kehilangan orang yang kita cintai dan sayangi itu akan sangat menyakitkan”
“ia nak, terima kasih ya sayang”
“ia ma”
Reyhan pun membawa mama nya pulangke rumah.
************
Bel rumah serly berbunyi, tante Sandra buru-buru membukakan pintu
Tet,…tet….tett….
Kcrek,…. “oh dara,…. Silahkan masuk sayang,… kamu apa kabar, udah lama gak main ke sini” Sandra dan dara bersalaman dan berpelukan
“baik tante, dara rindu sama tante, “
“tante juga”
“oya, serly nama ya tante”
“dia ada di kamar sayang”
“ya udah aku temui serly dulu ya tante” Sandra menarik tangan dara “sebaiknya jangan sayang, “
“emang kenapa tante, sebenarnya apa yang terjadi?” dara penasaran sekali
Sandra pun menceritakan permasalahan yang telah terjadi, dara pun sangat emosi sekali mendengar penjelasan dari tante Sandra, “dasar, mulut si reyhan itu, rasanya mau aku robek-robek, b******k banget dia itu tante, kasian serly, padahal serly gak tau apa-apa tante, semua ini salah aku tante, aku yang minta serly untuk membantu aku menenangkan ibu maysa, dan karena itu pula serly harus berurusan dengan laki-laki itu, ya Tuhan aku merasa bersalah sekali tante dengan serly, seharusnya aku tidak melibatkan serly dalam masalah ini, aku harus bicara dengan si reyhan dan mamanya itu tante”
“tapi sayang serly melarang nya”
“tante aku harap tante mau merahasiakan ini dari serly, aku gak mau serly di hina seperti ini, serly orang yang baik tante, dia gak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu dari pria b******k seperti reyhan”
“kamu benar dara, tante setuju, tante akan merahasiakan ini dari serly”
“baik tante, kalau begitu, aku pamit aja ya tante, nanti serly curiga sama aku, kalau tahu aku sempat datang ke sini”
“ia sayang, kamu hati-hati ya,…”
“ia tante”