EPISODE 7

1462 Kata
Serly sudah ada di ruangannya, memeriksa beberapa pasien, setelah selesai dara  pun masuk ke ruanganya “hai ser, tolong jelasin ke aku, gimana cara kamu bisa nyuruh si reyhan itu datang menjenguk mamanya” dara sudah menahan rasa penasarannya dari kemarin “kepo banget ya” ledek serly “serly,…. Ini bukan kepo ya, Cuma heran aja, gimana cara kamu bisa mencairkan hati dia yang beku “ “cie,…cie kayak lagu deh “ “serly,….. ayo cepetan cerita “ wajah dara cemberut Serly tertawa, melihat tingkah gemez temannya “ia,..ia , aku cerita “ Serly pun menceritakan pada dara, bagaimana dia bertemu reyhan dan bagaimana bisa hati nya yang beku di hajar habis-habisan oleh serly, dara terkejut mendengar penjelasan dari serly “ser, lo gak penasaran kenapa reyhan bisa berantem dengan si alex berengsek itu” “aduh dar, aku malas ngomong masalah itu lagi, kalau terus bicara dia, aku susah move on nya dar, “ “ia, sih,… tapi kan aneh aja” “kenapa aneh dar, orang begok juga paham , kalau mereka berantem pasti gara-gara wanita itu” “ia, juga ya, apa jangan-jangan ALEX…..” “udah-udah cukup ya dar, aku gak mau dengar lagi, “ dara di Tarik keluar oleh serly “ tinggalin aku sendiri dulu ya “ser, jangan marah dong, maaf kan aku ya, ser, ser” dara di Tarik serly keluar, dan langsung di tutupnya ruang kerjanya Serly terduduk di bangku nya dan langsung menangis, “kenapa hati ini terlalu sakit, ya Tuhan…aku mohon bantu aku melupakan nya, terlalu sakit perbuatannya, ya Tuhan kalau dia bukan milikku, maka pertemukanlah aku dengan pemilikku, yang benar-benar memilih aku menjadi pendampingnya, berikanlah aku pendamping yang benar-benar mencintai dan memilih aku serta menjadikan aku sebagai pemilik hatinya” ******** POV DARA “ya ampun aku ini kenapa sih, udah tau serly anti banget dengar nama Alex, kenapa juga aku terus-terusan nanya dia macam-macam, pasti sekarng dia sedih banget, maafin aku ser, aku salah “ dara sangat merasa bersalah karena telah membuat serly kembali bersedih “ dara,…dara, apa yang sudah kamu lakukan” dia terus menyalahkan dirinya.   ********* Karena pekerjaan serly sudah selesai, dia pun bergegas ingin pulang , tiba-tiba dia teringat pada ibu maysa “bu maysa apa kabar ya,… apa aku jenguk dia aja” serly berniat mengunjungi bu maysa ke kamarnya, ia pun pergi menjumpai bu maysa, “assalamaalaikum,… bu maysa,…..” “waalaikum salam,….. eh nak serly…” bu maysa tersenyum “bagaimana keadaan ibu sekarang apa sudah  membaik?” “alhamdulillah nak, keadaan ibu semakin membaik, “ bu maysa memegang tangan serly  “nak, terima kasih ya, karena kamu anak ibu datang menemui ibu “ Serly terkejut “ dari mana ibu tau?” Bu maysa tersenyum “ dokter dara yang bilang” “ya , ampun dar, kenapa mesti bilang sih” serly kesal “gak pa-pa nak, terima kasih ya nak, karena kamu sudah banyak membantu ibu” “sama-sama buk, oya kalau gitu ibu istirahat ya, jangan banyak bergerak dulu, makannya di jaga obatnya jangan lupa di makan, oya apa ibu sudah makan?” Buk maysa menggeleng,…. “ oya udah sini serly bantu “ serly mengambil makanan yang ada di meja dan menyuapkannya ke bu maysa “nak, terima kasih ya, kamu sangat baik, cantik, dan hatimu sangat mulia” “ah, ibu bisa saja, ayo makan, biar cepat sembuh” “ia nak” bu maysa sangat bahagia sekali “nak serly, andai ibu punya menantu sebaik dirimu, ibu akan sangat bahagia, bahagia sekali nak “ Serly tersenyum “ah , ibu ada-ada saja” "Bener, mau gak jadi menantu ibu" "buk, udah jangan bicara seperti itu, fokus aja sama kesehatan ibu ya" bu maysa tersenyum  dan memeluk serly "ia nak,..." Selesai memberi makan ibu maysa, serly pun pamit untuk pulang . POV REYHAN Selesai dari kantor, reyhan pun pergi mengunjungi mamanya di rumah sakit, sebelum ke rumah sakit, reyhan berhenti sebentar di supermarket untuk membeli beberapa buah segar untuk mama. Sambil membayar belanjaan reyhan berbicara dengan kasir “mas, ibu yang sering jual kue di depan supermarket ini kemana ya, kok udah dua hari ini aku gak lihat dia” “oh , dengar-dengar cucunya sakit mas, makanya dia gak jualan” “oh gitu, ya udah berapa semua “ “150 ribu mas” Reyhan pun membayar belanjaannya “terima kasih ya” “ya mas” Reyhan pun berangkat menuju rumah sakit, sesampainya di sana dilihatnya wanita yang tidak asing lagi menurutnya “ itu kan wanita yang kemarin, dia ngapain ya disini” ternyata wanita itu serly, reyhan tidak mengetahui bahwa serly seorang dokter dan bekerja di rumah sakit di mana mamanya di rawat. Reyhan pun membuntuti serly hingga serly masuk ke kamar mamanya di rawat. “ngapain dia ke kamar mama” reyhan semakin penasaran, dan mencoba mendengar beberapa percakapan antara serly dan ibu maysa, reyhan terkejut mendengar ucapan mama nya “mau dia apa sih, kenapa dia mau bantu mama, jangan -jangan dia punya niat yang gak baik sama aku dan mama” reyhan menunggu serly di luar , ketika serly keluar , tangannya di Tarik paksa reyhan “hai,… apa-apain sih kamu, lepasin” “sini,… aku perlu bicara” reyhan tidak peduli dengan teriakan serly yang kesakitan, hingga mereka sampai masuk ke dalam sebuah lift “hai apa-apain sih kamu lepasin tangan aku, sakit tau, kamu mau apa, lepasin” reyhan tetap tidak memperdulikan teriakan serly , hingga akhirnya reyhan membawa serly naik ke tingkat atas rumah sakit , dia menolakkan serly hingga serly hampir terjatuh. “haaah,… apa kamu udah gila” teriak serly “kalau aku jatuh bagaimana?” reyhan terus menatap serly dengan tatapan penuh amarah “kamu mau apa?” serly mulai ketakutan , namun reyhan tetap tidak berkata apapun, mata nya terus melotot memandang serly yang sudah ketakutan “kamu jangan macam-macam ya, lepaskan aku , aku mau pergi “ serly ingin berlari, namun di peluk reyhan dari belakang “auu,…. Lepasin, kamu jangan kurang ajar ya, lepasin”  serly berusaha melepaskan pelukan reyhan dan menampar reyhan dengan kencang Plaaaaakkkk,…. Tamparan itu melayang di pipi reyhan, “ayo pukul lagi, ayo,…ayo, cepat, Plaaaaaakkkkkk…. Tamparan kedua melayang kembali ke pipi sebelahnya “ayo, tampar lagi, apa kamu puas, …. Dengar ya, tidak ada di dunia ini yang mau melakukan sesuatu tanpa pamrih, dan jelas,…. Itu yang sekarang kamu lakukan, apa yang kamu inginkan, “ “maksud kamu apa” serly tidak paham tujuan dan perkataan reyhan “jangan pura-pura tidak mengerti, kamu mau apa dari mama ku, kamu ingin uang, ingin kedudukan, atau ingin jadi menantunya?” tuduhan reyhan pada serly membuat hatinya begitu hancur Plaaakkkk….. Satu tamparan lagi melayang ke pipi reyhan , dia malah tertawa, membuat serly semakin marah dengan sikap dan ucapannya “dasar b******k, kamu kira aku wanita apa, asal kamu tahu aku membantu mama mu ikhlas, tidak ada tujuan apa-apa, apa kamu pikir semua di dunia ini bisa kamu beli, apa kamu pikir kebahagian orangtua bisa kamu tukar dengan uang, kemana pemikiran kamu, hati kamu seperti iblis,…. Lepaskan aku” “ya terserah kamu mau bilang aku apa, dengar ya, kamu pikir aku percaya , dengan kamu membantu mama untuk bicara masalah penyakitnya pada ku, jadi mama harus berhutang budi padamu” ucapan reyhan semakin kelewatan , hati serly semakin sakit dan hancur “tutup mulut kamu, dasar b******n gak punya hati, dengar ya , ini kali terakhir aku bertemu kamu, aku gak sudi lihat wajah kamu lagi, cuih…” serly meludah tepat di hadapan reyhan “kamu pikir aku juga sudi bertemu dengan mu, jangan kira karena kamu sudah membantu mengobati luka ku, memberitahu aku penyakit mamaku, terus merawat mamaku, kamu akan dapat simpati dari aku, cukup hanya mama yang tertipu akan kebaikan palsumu” reyhan menghajar serly bertubi-tubi dengan kata-kata yang menyakiti hati dan perasaannya “cukup,…….cukup reyhan” serly berteriak “ dengar ya, aku tidak selicik yang kamu bayangkan, aku juga tidak serendah yang kamu katakan, aku menyesal kenal orang seperti kamu, aku jijik” serly mendorong reyhan hingga dia terjatuh, dan serly pun berlari  masuk ke dalam lift dan berusaha kabur dari sekapan reyhan. Sepanjang perjalanan pulang air mata serly terus bercucuran, tak perduli orang di sekitarnya telah memperhatikannya, namun air matanya tetap saja mengalir di pipinya, karena tidak tahan menahan sakit atas hinaan yang reyhan ucapkan pada dirinya. Sesampainya di rumah serly langsung masuk ke kamar, dan mengurung diri. Tantenya Sandra pun bingung melihat sikap serly yang semenjak pulang dari rumah sakit tidak keluar-keluar kamarnya .  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN