Sang surya sudah menampakkan cahya nya, namun serly dan juga reyhan masih belum juga bangun. Buk maysa , dan sandra sudah dari tadi menunggu mereka di meja makan.
“mungkin mereka kecapean, wajar pengantin baru “ ucap sandra sambil tertawa kecil
“ia san, kamu betul” ibu maysa ikut tertawa
Mereka sangat bahagia sekali akan pernikahan putra dan keponakan mereka itu. Terutama ibu maysa, sangat berharap agar dirinya segera dapat menimang seorang cucu. Setelah beberapa menit serly dan reyhan pun datang ke meja makan.
“selamat pagi ma, tante” sapa serly
“pagi, “sahut sandra dan buk maysa bersamaan
Mereka sangat bahagia melihat serly dan reyhan kini sudah sah menjadi sepasang suami istri.
“sayang, jadi kapan rencananya honeymoon ?” tanya sandra
“rencana sore ini kami mau pergi tante, ke villa aku aja, serly gak mau terlalu jauh katanya” jelas reyhan
“ia tante, ma, serly mau yang dekat-dekat aja” tambah serly
“oke, kalau gitu tante bantu ya packing bajunya” sandra menawarkan bantuan
“boleh “ sahut serly
“ok, “
“sayang kalian, di sana hati-hati ya” tambah buk maysa
“ia ma” jawab serly dan reyhan sambil tersenyum bahagia
Selesai sarapan pagi, serly mulai mempacking pakaiannya di bantu oleh sandra
“mau berapa hari di sana ser?” tanya sandra sambil memasukkan pakaian serly ke dalam koper
“tiga hari tante, soalnya serly cuti kerja nya gak lama” jelasnya
“oh gitu, kalian hati-hati di sana ya, ingat jangan bertengkar” tambah sandra
“siap boss” serly memberi hormat pada sandra. Mereka tersenyum dan tertawa Bersama
************
Sudah 1 jam, serly dan reyhan di perjalanan, menuju villa . sepanjang perjalanan serly Cuma tidur, dan reyhan Cuma bisa memandang wajah wanita yang begitu dia cintai itu, sesekali dia elus pipi serly yang merah. Reyhan sangat bahagia sekali. Akhirnya mereka pun sampai di depan villa.
“sayang, sayang” reyhan mencoba membangunkan serly yang masih tidur “bangun, kita udah sampai”
“sudah sampai” tanya serly dengan matanya yang masih melek
“ia, ayo , “ reyhan mengeluarkan barang-barang dari dalam bagasi mobil
“sayang ini villa kamu?” tanya serly
“ia, kenapa?”
“besarnya, ya ampun adem banget disini” jelas serly
Reyhan hanya tersenyum, kemudian menghampiri pak dani , penjaga villa
“selamat sore tuan, dan nyonya, silahkan masuk” pak dani menyambut mereka di depan pintu
“ia pak, terima kasih” reyhan menyerahkan barang-barang mereka padanya
“tuan, nyonya, makan malam akan segera di siapkan oleh istri saya,” jelas dani
“ia pak, terima kasih ya”
“sama-sama tuan”
Reyhan mengajak serly menuju ke dalam kamar mereka, betapa geroginya serly saat berada di dalam kamar itu. badannya sedikit gemetar. Jantungnya berdegup kencang, serly kaku, sesekali dia menggigit bibirnya, seperti ada yang sedang dia fikirkan, reyhan yang melihat ekspresi dari serly langsung mendekati serly
“kamu kenapa sayang?” tanya reyhan
“gak kenapa-kenapa” jawab serly, padahal dari ekspresinya reyhan tahu bahwa dia sedang gemetar
“sayang, aku tau kok kamu bohong, aku gak akan maksa kamu kok, kalau kamu belum siap,” ucap reyhan menenangkan hati serly
Serly Cuma tersenyum, kemudian berlari masuk ke dalam kamar mandi. Hatinya tidak karuan, seperti ada sesuatu mengaduk-aduknya.
“serly, kamu kenapa sih,… ini adalah malam pertamamu, kamu jangan malu-maluin, dia suamimu, kamu pasti bisa” gumam serly dalam hatinya.
*********
Makan malam, sudah ada di meja makan, bik dian , istri dari pak dani sudah membuatkan makan malam yang special untuk pasangan pengantin baru. Serly dan reyhan sangat menyukai makanan yang sudah bik dian sajikan. Makannya enak, sehingga membuat keduanya memuji-muji bik dian.
“bik masakan bibik enak” jelas serly
“makasi nyonya” sahut bik dian
Selesai makan malam, reyhan mengajak serly jalan-jalan ke taman belakang villa, reyhan mengambil moment itu untuk berusaha merangkul bahu serly.
“kamu kedinginan” tanya reyhan sambil merangkul bahu serly “apa kita masuk aja?”
“enggak kok sayang, bentar lagi ya” rengek serly
“ok, aku janji , besok kita jalan-jalan ” tambah reyhan
“bener?”
“ia sayang” reyhan menguatkan rangkulannya.
Setelah beberapa menit di luar berjalan, reyhan dan serly pun masuk. Reyhan membersihkan diri di kamar mandi. Dia berharap hari ini bisa menjadi moment bahagianya Bersama serly. Namun serly sedikit gerogi, dan merasa gemetar, akhirnya reyhan pun memutuskan untuk mengurungkan niatnya, reyhan takut, serly merasa terpaksa. Dia menginginkan serly dan dirinya melakukannya sama-sama sudah siap, bukan karena terpaksa.
Reyhan akhirnya memutuskan untuk tidur, di tariknya selimut, yang hampir serly Tarik untuk menutupi seluruh tubuhnya . serly hanya diam , dia tidak menyangka bahwa reyhan bisa mengerti akan dirinya. Namun serly merasa sangat bersalah, dia merasa di dirinya ada sesuatu , serly pun berlari ke dalam kamar mandi.
Serly menatap wajahnya, dia melihat ada sebuah ketakutan di sana, serly takut akan pengkhianatan, yang ternyata masih melekat dalam dirinya.
“apa yang sudah aku lakukan, ya tuhan, aku berdosa, aku istri yang belum bisa memenuhi bathin suamiku, aku terlalu takut akan pengkhianatan, dan juga kegagalan, orang seperti apa aku ini” serly menangis di dalam kamar mandi, dia tersandar di dalam bathtub
“apa yang aku takutkan, reyhan adalah pria yang baik, kamu tahu itu serly, dia orang yang juga sama dengan mu, sama-sama pernah terluka, ini adalah kebahagian kalian, jangan rusak kebahagian kalian, dengan masa lalu kalian sendiri, itu akan menyakitkan” serly menasehati dirinya sendiri, sambil menangis di dalam bathtub.
Tiba-tiba reyhan terbangun, di lihatnya serly tidak ada di sampingnya, reyhan berusaha memanggil-manggil serly, akhirnya reyhan mendengar sesuatu dari arah kamar mandi, reyhan kaget, dia pun bergegas masuk kedalam, di dapatinya serly sedang menagis di dalam bathtub.
“kamu kenapa sayang” reyhan mendekat dan memeluk serly yang sudah menagis sejadi-jadinya
“maafkan aku sayang “ ucap sely
“kenapa?”
Tanpa berkata-kata , serly mencium bibir reyhan. reyhan begitu terkejut, matanya berpapasan dengan serly. Nafas keduanya menggebu. Tiba-tiba hasrat reyhan mulai memuncak, tubuhnya memanas, dadanya sesak. Dirinya tak menyangka serly seberani ini melumat bibirnya. Ciuman serly dilepas, serly jadi salah tingkah, dia baru menyadari tindakannya membuat reyhan menjadi b*******h.
Reyhan membangunkan serly dari bathtub perlahan, pandangannya penuh gairah. Reyhan memegang bahu serly dan mendorong tubuh serly pelan ke dinding, di hidupkan nya air shower, sehingga sekujur tubuh serly dan reyhan basah kuyup. Jelas terpampang di mata reyhan , baju piyama yang sedang serly kenakan membayang, lekuk tubuh serly kian terekspos sangat jelas, sehingga membuat gairah reyhan semakin menggebu-gebu.
Reyhan, menyambar bibir merah serly, melumatnya disana, ciuman itu semakin panas, dan b*******h, serly merespon ciuman itu dengan begitu menikmatinya. Ciuman Reyhan semakin memuncak, lidahnya semakin lincah, menjelajahi satu persatu gigi serly, kemudian turun keleher jenjang serly, tangannya tak mau tinggal diam, tangan kanannya memeluk erat serly , sedangkan yang kiri berusaha menyentuh lembut tangan serly naik turun, sehingga membuat serly menjadi b*******h.
Serly tak kuasa menahan desahannya, tangannya mencekram rambut reyhan. reyhan menghentikan kegiatannya, matanya memandang serly penuh hasrat. Serly mengangguk, seperti memberi tanda bahwa dirinya siap. Siap menjadi istri seutuhnya bagi reyhan.
Reyhan, membuka satu persatu kancing piyama serly, satu demi satu kian terbuka, hingga terpampang jelas tumpukan gunung yang sedari tadi mulai menegang yang masih terbungkus pakaian dalam, serly mutup mata dengan kedua tangannya, dia sedikit malu. Reyhan berusaha meyakinkan serly.
“sayang, percayalah padaku” reyhan manarik tangan serly “buka matamu” tambahnya
Satu persatu dalaman serly sudah terlepas, tubuh idealnya yang semampai kini sudah polos, sehelai benang tidak tersangkut di sana. Reyhan yang hanya memakai boxer, dan bertelanjang d**a, membuat dirinya sudah tak bisa menahan hasrat yang sudah hampir memuncak diubun-ubunnya.
“mas aku takut” jelas serly saat reyhan ingin membuka boxernya
“jangan takut sayang” reyhan mencium bibir serly sekali lagi
Kini mereka berdua sudah sama-sama b***l, reyhan menggendong serly keluar kamar mandi, di letakkannya serly di atas ranjang. Serly yang masih malu-malu, terus menutupi matanya.
“sayang , tatap aku , ku mohon” reyhan kembali meyakinkan serly
Serly pun membuka matanya, dilihatnya reyhan sudah berada tepat di hadapannya, tanpa basa-basi REYHAN melumat bibir serly dengan rakusnya, ciuman itu bersahutan, serly ikut merespon ciuman hangat yang reyhan berikan untuknya. Ciuman reyhan pun turun menulusuri leher jenjang serly kembali, reyhan dengan lihainya memberikan tanda kecupan manis sebagai tanda bahwa dialah pemilik leher jenjang itu.
Tangannya tak tinggal diam, reyhan mencoba menjelajahi kedua gundukan gunung milik serly, dengan perlahan.kedua jarinya memainkan p****g serly,sehingga serly menggelinjat. Tubuhnya seakan tersengat listrik. Ciuman reyhan di lepasnya, dia merayap turun ke bagian d**a . perlahan di emutnya seperti lollipop p****g serly, sehingga serly kian mendesah. Tangan kirinya meremas yang sebelahnya, sedangkan tangan kiri sudah menjelajah ke inti serly.
Desahan serly semakin kuat, untungnya mereka sedang berada di villa reyhan, sehingga serly tidak sungkan mengeluarkan desahannya, karena sejak tadi serly sudah hampir mencapai klimaks.
“yang, aaaah,… aku pengen pipis” ujarnya serly sambil menggeliat
“keluarkan saja sayang” ucap reyhan sambil mengemut p****g serly yang sebelah lagi, tangannya yang satu memainkan bulatan kecil di inti serly, reyhan tau bahwa serly bukan mau pipis melainkan akan segera mencapai klimaksnya. Reyhan menghentikan semua aktivitasnya, membuat serly yang mau mencapai klimaks keblengsetan. Nafasnya menggebu “yang kok berhenti” ucapnya dengan nafas terengah
Reyhan tak menjawab, diangkatnya kaki kanan dan kiri serly , sehingga inti serly sudah tepat di hadapannya. Reyhan mulai menggesekkan keperjakaannya kedaerah inti serly, sehingga membuat serly kembali mendesah, desahannya semakin kuat bahkan berteriak sambil menutup mulutnya ketika reyhan perlahan demi perlahan menhujamkan keperjakaannya membelah beberapa dinding selaput pada inti serly. Perih , sakit, tapi kemudian nikmat.
Bercak darah keluar dari inti serly, “aaaaahhh,…..sakit yang” ucap serly sambil mendesah
“sayang, ini pelan kok” reyhan memaju mundurkan keperjakaannya itu di lubang inti serly. Perlahan demi perlahan. Hingga perih, dan sakit itu tiba-tiba saja menghilang, dan berubah menjadi kenikmatan.
Reyhan menggerakkan keperjakaannya itu semakin cepat, dan semakin tidak terkendali. Desahan serly semakin menjadi-jadi. Genggaman tangannya di bantal semakin kuat.hampir sudah satu jam permainan itu berlanjut, sehingga membuat keduanya sama-sama bermandikan keringat.
“aahh, aaaah,..ahhhh aku mau , mau ….” Jeritan serly beserta desahannya membuat reyhan semakin memacu cepat pergerakan memaju mundurkan pinggulnya , hingga akhirnya keduanya sama-sama mencapai klimaksnya.
Semua , cairan kepunyaan reyhan masuk sedalam-dalamnya menembus Rahim serly. Reyhan jatuh terkulai lemas di samping serly yang juga sama-sama merasa Lelah .
Reyhan miring kesamping, di lihatnya serly menutup matanya. Reyhan memeluk serly erat
“terima kasih ya sayang” bisik reyhan ketelinga serly, sambil mencium mesra keningnya.