*** Matahari naik sepenggalah. Jam menunjukkan pukul 12.30. Amam dan Sonya mampir di kedai es parut, menghilangkan dahaga mereka. Sonya memperhatikan tingkah abangnya. Belum sejam ditinggal Seira, Amam sudah terlihat uring-uringan. "Sambil dichat aja, kan, bisa. Kenapa sih kayak nggak kenal teknologi gitu?" Amam memasang wajah masam. "Apaan sih." Karena sebenarnya, bukan Seira yang Amam pikirkan. Dia mengkhawatirkan yang lain, tentang Jack yang ia hajar habis-habisan. Bagaimana kalau dia diberi sanksi? Dia sepertinya agak keterlaluan saat menghajar Jack. Namun, memang itu nilai yang pantas diberikan. "Sebenarnya, Bang, apa sih yang lo liat dari Seira sampai bisa jatuh cinta? Ya gue tahu, Seira cantik, anaknya baik. Tapi sampai lo ngerasa yakin begini, sebenarnya karena apa? " Apa

