Siasat Elin dan Boy

1602 Kata

Malam telah tiba. Kontrakan Seira dan Amam hanya ada satu kamar, tetapi Sonya tidak mempermasalahkan itu. Dia bisa tidur di ruang tengah, tepat di sebelah ruang makan, hanya dengan beralaskan tilam tipis. Seira awalnya menyuruh Sonya untuk tidur di kamar saja tetapi Sonya menolak. Maka di sini lah dia sekarang, bersama udara dingin yang berembus. Beruntung Sonya bisa tidur lelap setelah lelah sejak pagi. Tepat tengah malam, Amam bangun. Dia membuka pintu kamarnya dengan pelan, agar tidak menimbulkan berderit. Dia menarik napas melihat Sonya tidur di atas tilam itu. Rumah mereka tidak besar, tetapi bersih dan nyaman. Hanya saja itu tetap tidak cukup untuk menggantikan kamar Sonya yang nyaman. Amam mengambil sehelai kain sarung dari dalam lemari, kemudian menambah selimut untuk Sonya. Dip

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN