bc

Koko Bos Suamiku

book_age18+
56
IKUTI
1K
BACA
family
HE
drama
bxg
office lady
substitute
like
intro-logo
Uraian

Alma sama sekali tak menyangka jika pernikahan yang semula ia anggap hanya pura-pura dengan Bos pemilik pabrik sarang burung walet, justru menghadirkan dilema untuknya.

.

Niatnya semula murni hanya untuk saling membantu dan saling menyelesaikan masalah.

.

Di antara mereka yang mengetahui pernikahan pura-pura Alma dan Alvin, tidak ada satupun yang memikirkan jika ijab yang diucap oleh Alvin sah di hadapan Tuhan.

.

Akankah Alma bercerai dan menyandang status janda?

.

Ikuti kisahnya : Koko Bos Suamiku.

chap-preview
Pratinjau gratis
Rencana Mami
“Pernikahanmu enggak boleh dibatalkan begitu saja, Al,” ujar Emi Wardhani yang tak lain adalah maminya Alvin. “Mami dan keluarga kita akan malu kalau orang-orang tahu calon istrimulah yang membatalkan pernikahan ini.” Jika Emmi kini tengah resah memikirkan rasa malu yang akan diterimanya, berbeda halnya dengan Alvin. Ia justru merasa bersyukur pihak keluarga dari calon istrinya lebih dulu membatalkan rencana pernikahan yang tiga hari lagi akan digelar. Alvin tak bisa membayangkan bagaimana kelak rumah tangga yang ia jalani, jika fakta mengenai calon istrinya baru diketahui setelah berlangsungnya pernikahan. Meskipun demikian Alvin tetap merasakan rasa sakit hati dan kecewa yang mendalam. Hubungan asmara yang sudah terjalin beberapa tahun bersama sang calon istri tentu banyak meninggalkan kesan mendalam untuknya. “Pernikahan kamu akan tetap berlangsung, Al. Meski bukan Salsa yang menjadi mempelainya.” Alvin yang sejak tadi diam dan larut dalam rasa kecewanya, kini menanggapi perkataan maminya. “Bagaimana caranya?” Alvin benar-benar tidak tahu apa rencana sang mami selanjutnya untuk rencana pernikahannya yang batal. Meski rasa kecewa dan sakit hati kini tengah melanda hatinya, di sisi lain ia tetap memikirkan perasaan keluarganya, terutama Oma yang berharap agar Alvin segera menikah. Alvin tak menampik, nama baik keluarganya yang akan mendapat imbas dari pembatalan rencana pernikahannya. “Bukankah pekerja di pabrikmu rata-rata perempuan? Kamu bisa pilih salah satu dari mereka dan minta untuk menggantikan posisi Salsa sementara menjadi mempelai pengantin wanita di hari pernikahan.” Alvin tidak menyangka maminya akan berucap demikian. Semula Alvin sudah pasrah jika kabar mengenai batalnya rencana pernikahannya tersebar. Meskipun ia dan pihak keluarganya akan menanggung malu akibat batalnya rencana pernikahan. “Tapi—“ “Tidak usah pakai tapi-tapi. Kamu ikuti saja saran dari Mami. Kita hanya perlu membicarakan masalah ini pada salah satu pekerjamu. Dan tentu saja kita akan memberi uang sebagai imbalannya. Bagaimana kamu setuju ‘kan dengan saran Mami?” Alvin memang memiliki sebuah pabrik sarang burung walet di daerah Tembung, Sumatera Utara. Untuk pekerja pabriknya sendiri memang lebih banyak mempekerjakan para wanita yang bekerja sebagai buruh lepas, sedangkan untuk pekerja pria hanya ada dua. Alvin pun memikirkan usul maminya. Ia masih menimbang untuk menerima atau tidak usul sang mami. “Bagaimana Al, kira-kira siapa pekerja yang kamu pilih?” Alvin tidak bisa langsung memutuskan saran dari sang mami. Bagaimanapun ia harus memikirkan dan berhati-hati untuk menunjuk dan memilih siapa pekerja wanita di pabriknya yang akan dia mintai tolong. “Beri Alvin waktu untuk berpikir dulu, Mami. Memilih dan meminta seseorang untuk menggantikan posisi Salsa menjadi mempelai pengantin itu tidak mudah.” “Sulitnya di mana, Al? Pernikahan ini hanya pura-pura. Lagi pula ini juga tidak gratis, kita akan beri imbalan.” Kali ini Alvin sependapat dengan maminya. Perkataan maminya dirasa benar. Pernikahan yang akan dilangsungkan menurutnya hanya pura-pura dan orang yang akan menjadi pengantin di hari pernikahannya pun akan diberi imbalan. “Baiklah. Mami tunggu di sini dulu. Alvin akan bicarakan masalah ini dengan salah satu pekerja.” Alvin lalu turun ke lantai satu, di tempat para sebagian pekerja pabrik bekerja. Alvin dan maminya berbicara di lantai dua, tepatnya di kamar Alvin. Pabrik sarang burung walet yang Alvin miliki memang tidak sebesar pabrik-pabrik yang ada di Kawasan Industri di Medan. Bangunan pabrik sarang burung walet milik Alvin hanya berbentuk ruko. Setelah beberapa saat Alvin turun ke lantai satu, kemudian Alvin kembali ke kamar untuk menemui maminya. Alvin tidak sendiri. Alvin kembali ke kamar bersama salah seorang mandor perempuan. Emi yang masih berada di kamar Alvin pun tersenyum semringah saat melihat kedatangan salah seorang mandor perempuan yang ia kenali. Emi langsung mengira jika mandor perempuan itu yang akan menggantikan posisi Salsa sebagai mempelai pengantin wanita. “Saya sangat berterima kasih atas kesediaan kamu,” ujar Emmi kepada Yuni, mandor yang datang bersama Alvin. Yuni spontan merasa bingung dengan ucapan Ibu bosnya. Yuni belum mengetahui perihal apa dirinya diajak Alvin menemui Ibu bosnya. “Bukan Yuni orangnya, Mami. Alvin mengajak Yuni ke sini hanya untuk dimintai pendapat.” Emi segera melerai jemarinya, setelah ia mendengar perkataan Alvin. “Maaf ... saya kira kamu orangnya.” “Ini sebenarnya ada apa, Bos?” Yuni semakin merasa bingung mendengar pembicaraan antara Bos dan Ibu bosnya. Alvin mulai membuka pembicaraan. Sebelum Alvin menjelaskan permasalahan yang tengah ia hadapi, Alvin meminta kepada Yuni agar apa yang akan disampaikannya tidak diceritakan kepada siapa pun. Alvin juga yakin jika Yuni mampu menjaga rahasia terhadap permasalahan yang tengah ia hadapi, sebab Alvin sudah mengenal Yuni sejak awal pabrik mulai beraktivitas. Sejak saat itu dan hingga saat ini Alvin bisa melihat bagaimana kinerja Yuni untuk pabrik. Alvin pun menjelaskan semuanya, mulai dari perihal pihak keluarga calon istrinya yang datang dan membatalkan rencana pernikahan, hingga alasan mengapa pihak keluarga calon istrinya membatalkan rencana pernikahan. “Menurutmu siapa kira-kira yang bisa untuk diajak bekerja sama dan bersedia untuk menjadi mempelai pengantin menggantikan Salsa? Aku janji siapa pun yang bersedia akan aku beri sejumlah uang dan untuk segala kebutuhannya akan aku penuhi.” Alvin bertanya pada Yuni. “Saya juga bingung Bos siapa yang bisa diajak bekerja sama. Kalau bersedia, semuanya juga saya yakin bersedia. Bos tahu sendiri ‘kan bagaimana centil dan capernya mereka kalau Bos lagi keliling.” Yuni paham betul bagaimana sikap serta tingkah laku para pekerja di pabrik. Hampir rata-rata pekerja perempuan memang selalu menampilkan gelagat ketertarikan kepada Alvin. Tidak hanya yang masih single, bahkan yang sudah berumah tangga juga. “Sebaiknya Bos pikir-pikir lagi kalau ingin salah satu dari mereka jadi pengantin penggantinya Bos. Jangan sampai Bos memilih orang yang tidak tepat dan pernikahan Bos yang pura-pura nantinya malah dimanfaatkan oleh orang tersebut. ” “Karena itu aku ajak kamu bicara. Aku yakin kamu lebih mengenal dan paham dengan sifat mereka.” “Iya. Menurut kamu siapa orang yang tepat, yang bersedia dan bisa diajak kerja sama?” Yuni pun menatap ke arah Bos dan Ibu bosnya secara bergantian. Yuni masih memikirkan siapa nama kandidat yang tepat untuk dia sebutkan. Keheningan pun tercipta diantara ketiga orang yang kini sedang sama-sama berpikir. Di saat yang bersamaan suara pintu kamar Alvin pun terdengar ada yang mengetuk. Ketiga orang yang berada di kamar dengan suasana hening juga terlonjak bersama karena mendengar suara ketukan pintu secara tiba-tiba. Salah seorang pekerja pabrik yang biasa bertugas membersihkan kamar, dapur serta mengurus pakaian kotor milik Alvin terlihat membuka pintu. Alvin, Emmi dan Yuni juga menatap ke arah orang tersebut secara bersamaan. Sebaliknya, pekerja pabrik itu juga menatap ke arah tiga orang tersebut. “Dia ... dia orangnya, Bos.”

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
31.0K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.1K
bc

TERNODA

read
199.2K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.4K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
67.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook