Alma terkejut bukan kepalang mendengar penuturan bosnya. Ia benar-benar tak menyangka sepagi ini akan mendapat perintah untuk melanjutkan kembali pernikahan pura-pura mereka. “Bos bercanda ‘kan?” tanya Alma memastikan. Ia belum percaya dengan apa yang diucapkan oleh bosnya. Alvin menggeleng dengan cepat. “Aku serius, Al!” “Bercandanya yang lucu dong, Bos. Jangan kayagitu, enggak lucu tau!” “Aku serius, Al. Tadi malam Oma bilang, kalau Oma sangat berharap aku memperlakukanmu seperti Papi memperlakukan Mami. Meski pernikahan kita tidak dilandasi cinta,” terangnya. “Terus, Bos turutin, begitu?” “Hmm ....” Alvin mengangguk. “Astaga, Bos. Kenapa malah di iyain sih? Bilang aja kalau kita nikahnya pura-pura, cuma buat ngisi di hari pernikahan. Lagi pula perjanjiannya ‘kan saya cuma d

