Dinding itu mencerminkan lembah Kematian. Dalam tajamnya pandangan Panji menguak segalanya di dalam asumsi. Tak bergerak sekalipun, tak berpindah sedetik pun. Ada darah di sana. Bekas ya masih ada, terselip di salah satu foto Nuri. Mereka tidak membersihkannya dengan teliti. Sudah terhitung berbulan-bulan, seharusnya noda itu hilang entah karena hujan ataupun angin. Nyatanya masih bisa terlihat oleh Panji. Jeritan tak tertahankan bisa didengar jelas. Dahi Panji berkerut. Kala itu segerombol tim balap dari geng Nuri menabrak dinding itu bersamaan. Di samping dinding itu terdapat tikungan tajam yang sangat sulit dilewati dalam kecepatan di atas normal. Jika pengendara tidak bisa mengontrol kecepatan dan keseimbangannya maka pastinya akan jatuh tersungkur saat berbelok tikungan sampai akiba

