38. Pelukan Panji

2598 Kata

Ketenangan yang sempurna tercetak jelas di wajah Citra. Panji jadi terpengaruh, dia sering menghela napas berat sekarang. Sejak dua jam yang lalu mereka pulang dari Malang dan kini berada di rumah orang tua masing-masing, helaan napas Panji masih terasa begitu berat. Seolah ada yang sangat menggangunya. Dia ada di restoran. Citra sudah pergi bekerja, dia melihatnya berangkat sebelumnya. Mejanya hanya terisi laptop yang tertutup dan beberapa buku. Itu pun tidak ada yang dia buka. Jemarinya saling bertaut, pandangan ke depan, kakinya diam tidak mau berpindah posisi. 'Apa yang aku lakukan kemarin? Aku nggak ingat apa-apa. Terakhir kali cewek itu memukulku terus aku nggak sadarkan diri. Gimana bisa tau dia buat apa aja ke aku?' batin Panji. Tidak akan ingat meskipun ribuan kali memaksanya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN