Epilog

4139 Kata

Sore ini jalan raya cukup mendukung. Tidak banyak kendaraan, tidak ada kemacetan, lancar hingga ke lokasi gedung tua yang terbakar. Semangat membara membakar Citra untuk menuntaskan segalanya hari ini. Tidak menghiraukan Panji yang menatapnya penuh arti ketika dia datang. Paman Lim sampai bingung dan langsung berpendapat jika telah terjadi sesuatu pada mereka. "Salam, Paman. Makasih udah mau bantu. Tanganku udah gatal pengen hilangin bekas luka di pundak si jelek ini. Ada Informasi apa? Aku udah nggak sabar pengen ngeberantas." Citra menunju telapak tangan kirinya. "Wow, semangat sekali. Emangnya nggak capek? Itu wajah kaku kelihatan habis kerja ekstra hari ini," paman Lim senantiasa memasukkan tangannya ke saku celana. Senyum hangatnya tak pernah pudar. "Jelek katamu?" protes Panji.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN