42. Kebenaran Nuri

2542 Kata

Citra memukul Panji bertubi-tubi dengan bantal. Panji hanya tertawa dan semakin tertawa puas. Sampai akhirnya Panji berguling menghindari pukulan Citra. "Eh, udah-udah. Aku capek ketawa, haha." masih dengan sisa tawanya. "Kamu ngeselin, orang paling ngeselin sedunia! Berhenti ketawa!" Citra tetap memukuli Panji. "Kasihan bantalnya batuk-batuk itu. Jangan pukul lagi ntar aku baru berhenti ketawa." Panji mengernyit sudah lelah tertawa. Citra memeluk bantalnya merajuk pada Panji tak mau melihat Panji. "Mana ada banyak bisa batuk. Alasan!" "Aduh... Aku capek beneran. Ambilin minum, dong." mengelus d**a sambil selonjoran bersandar sofa. "Huh! Beneran nggak usah ladenin tukang jamu itu, ya! Kalau iya aku nggak ngejamin kamu selamat dari rayuan janda yang lebih aduhai dari cewek Malang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN