Citra kembali sedikit berlari membawa buku khusus menggambar miliknya. Panji langsung duduk masih memeluk bantal. Sofa sampai bergoyang karena Citra duduk dengan kasar. Mendekati Panji sampai panji bergeser ke tepi. "Nih, mu lihat nih. Ini yang namanya Nuri. Kalau masih nggak percaya ini aku juga punya foto dia." menyerahkan buku itu pada Panji lalu dia membuka galeri di handphone. Menunjukkan foto antara dia, Nuri, dan Kalisa ketika di kantor. " Sama, 'kan?" sambungnya. Panji mengernyit memperhatikan, "Wah, iya sama. Hahaha, kamu jelek banget di sini." menunjukkan foto Citra yang berada di tengah sambil meringis. "Enak aja! Aku cantik, ya! Walau nggak pernah bedakan." Citra melengos mematikan handphone-nya. "Bedak bayi di meja kamar itu apaan kalau bukan bedak?" Panji masih terkek

