Chapter 22

1337 Kata

"Ra, selo ae lah." Ujar Adit ikut berlari di belakang Rara. Bella berdecak kesal karena sejak di sekolah tadi hingga mereka berada di rumah sakit Rara tidak bisa diam. Mereka bertiga menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan di mana Ardhan berada. Hanya karena Ardhan, Rara sampai rela meninggalkan jam belajarnya di sekolah membuat alasan yang tidak masuk akal agar ia bisa melihat Ardhan secepat mungkin dengan dijemput oleh Adit. Dan sekarang ia sudah berada di rumah sakit dengan harapan Ardhan baik-baik saja. Rara memperlambat langkahnya saat ia sudah berada di depan ruangan di mana Ardhan dirawat. Rara menatap Adit dan Bella sebelum tangannya membuka kenop pintu bercat putih tersebut. Deg. Tubuh Rara melemas seketika, kedua matanya memperhatikan laki-laki yang sedang tertidur denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN