"Ar," panggil Nathan. Ardhan hanya menoleh sekilas karena ia sedang menyetir. "Gue tadi malem mimpiin Milly." "Masa? Mimpi kayak mana?" Tanya Ardhan. "Dia datengin gue, tapi abis itu pergi lagi. Gak balik-balik katanya. Berarti..." Nathan sengaja menggantungkan kalimatnya sambil menatap Ardhan. "Biasanya mimpi itu suka kebalik. Kalo lo mimpi sedih aslinya enggak, balik-balik gitu lah pokoknya." Ucap Ardhan. Nathan diam. "Kalo gue ketemu sama Milly, gue harus jadiin dia pacar gue!" "Buat apa? Buat ngerubah semuanya? Atau karna lo kasihan?" Tanya Ardhan. "Iya gue yakin bisa ngerubah semuanya." "Gak ada yang bisa ngerubah takdir, Nat." Kata Ardhan membuat Nathan bungkam seribu bahasa. "Gue gak main-main." Ardhan mengangguk mendengar ucapan Nathan. "Sekarang aja abis lo tau semuany

