Nathan duduk di salah satu bangku yang ada di lapangan basket indoor sekolah mereka. Mata Nathan memperhatikan gadis yang sedang berbicara dengan raut wajah sedih kepada guru olahraga. "Pak saya pengen main." Ucap Milly. "Kamu istirahat saja, Milly. Ini permintaan dari orangtua kamu." Milly pun diam, setelah itu Milly pergi dari tengah lapangan. Milly mengurungkan niatnya untuk duduk saat melihat Nathan. Nathan beranjak dari duduknya berjalan mendekati Milly yang sedang berdiri membelakanginya memperhatikan teman-teman sekelasnya yang sedang bermain. "Kenapa gak main?" Tanya Nathan. Milly melirik sejenak lalu menggeleng. "Ya udah ayo duduk." Nathan merangkul bahu Milly dengan paksa karena ia tahu bahwa Milly tidak ingin berdekatan dengannya. "Lo marah sama gue?" Tanya Nathan saat

