Zella berjalan tertatih, memungut bajunya yang berserakan karena ulah Brian, jam baru menunjukkan pukul tiga malam tapi dia harus segera pergi dari sini. Dia menghampiri Brian, mencium bibir laki laki itu dengan pelan dan penuh perasaan. "Aku harap kamu bisa bahagia, tanpa aku disisimu Bri. Aku cinta kamu tapi aku sadar aku nggak berhak dengan semua ini, aku pamit semoga kamu bahagia bersama wanita pilihanmu" ucap Zella lirih. Dia perlahan pergi meninggalkan Brian yang masih terlelap dalam tidurnya, Zella langsung menghubungi Inge agar bisa menjemputnya disini. Lagi dan lagi dia diperlakukan seperti ini, tubuhnya remuk karena Brian yang kasar padanya. Pipinya merah dan masih ada bekas darah mengering di sudut bibirnya. "La," panggil Inge setelah dia sampai di depan hotel. "Makasih"

