#31 Kala Waktu Bermain Dusta

566 Kata

    "Saya merasa ragu mengenai pertemuan besok bagaimana jikalau yang terjadi diluar nalarku Mengapa hati saya mengatakan jangan bertemu dengannya"gumamnya sambil melihat kearah langit gelap bahkan bulan sangat malu-malu menampakkan dirinya. ‎"Dia adalah suami saya, seseorang yang Allah kirimkan kepada saya lalu apa yang membuat hatiku begitu enggan bertemu dengannya? Tapi apa yg salah disini. Mengapa kebimbangan menghampiriku"lanjutnya sambil bersandar di kursi, saat ini ia sedang berada balkon kamarnya menatap gamang Bintang disana. Perumpamaan Bintang itu banyak bisa artikan dalam segala hal akan tetapi tetap saja banyak yang tidak menyukai kerlipan kecil itu, Zahra tidak pernah ingin menjadi bulan ataupun Bintang karena keduanya harus bertahan ditengah gelap malam seperti ini. Seda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN