Semua kilasan memenuhi pemikirannya,ingatan yang tak seharusmya kembali dalam memorinya malah terus memaksakan terputar bak kaset rusak dalam pemikirannya ada rasa menyesal dalam hatinya seharusnya ia tak berada di tempat ini ,seharusnya ia mengikuti kemauan kakaknya dari kemarin. Sangat menyesakkan,pantas saja matanya merasa familiar dengan lakilaki itu dan ternyata orang itu adalah suaminya sendiri, hatinya terasa sesak saat ingatan itu kembali luka manganganya ikut kembali jua,ingatan pedih ini kenapa harus kembali dalam dirinya. Dirinya menangis dilantai.. Saat tangannya tergores oleh pisau akan tetapi luka yg ia dapatkan lebih besar.. Matanya membengkak. Dan puncaknya saat dirinya memilih melangkah pergi menjauhi rumah ini. Sekarang ia tau mengapa kakaknya begitu membenci su

