Zahra menatap nanar seseorang yang ada di ranjang rumah sakit Badannya dipenuhi oleh alat yang tak diketahui olehnya Orang itu hanya memejamkan matanya Tanpa ada tanda untuk membukanya. "Zahra, mama sangat berterima kasih atas semua ini. Kamu mau memberi frans kesempatan itu adalah kebahagiaan untuk mama"ujar mirani. Matanya juga memandang orang yang ada di dalam ruangan ICU itu. Mereka hanya bisa melihat dari kaca transparan saja. Saat ini zahra memang memutuskan untuk kembali menerima frans dalam kehidupannya kembali sambari menyembuhkan luka yang frans berikan padanya beberapa minggu yang lalu. Dokter belum memberikan ijin kepada pihak keluarga untuk masuk kedalam ruang ICU karena mereka memerlukan privasi untuk memeriksa frans lebih lanjut lagi dan kondisi frans juga tidak m

