Azka menatap sebuah cincin yang berada di atas kotak berbentuk love, di tangannya. Mutiara kecil di atas cincin tersebut sangatlah cantik. Apalagi jika ia sematkan pada jari manis seorang gadis yang ia cintai. Dengan senyum yang tercetak lebar di wajahnya, Azka memutar tubuhnya. Menatap tempat tidur king size miliknya yang bernuansa putih dengan dipenuhi banyak bunga mawar di atasnya. Tak elak seorang gadis yang kini sedang tertidur pulas di atasnya. Ah, ralat, sedikit ia paksa agar tertidur pulas. Tanpa mengurangi senyum merekahnya, Azka mendekati ranjang tersebut. Kedua kornea cokelatnya tak lepas menatap wajah Fania. Fania yang tetap selalu cantik dimatanya. Bahkan saat tertidur, wajah Fania jauh lebih terlihat cantik. "Hai... Kamu apa kabar?" sapa Azka yang tentu tak dijawab apa pun

