Bab 48

1719 Kata

Sebuah kebahagiaan itu seperti ciuman. Kamu harus membaginya dengan yang lain baru bisa menikmatinya. Ora duduk tidak tenang di kursi tunggu depan ruang ICU. Di sampingnya ada Elva yang sedang duduk termenung sambil memangku Idni. Baik Ora maupun Elva, keduanya merasa tidak percaya atas pingsannya Kara tadi. Bagaimana bisa Kara yang masih segar bugar pulang dari mall, bisa pingsan ketika sampai ke rumah. Rasa-rasanya Ora sudah memberikan makan yang layak untuk Kara. Semuanya juga sudah dijamin baik oleh Ora. Yah, walau memang keduanya sering kali kurang tidur dalam beberapa hari ini. Tapi masa iya karena kurang tidur Kara bisa pingsan. Maka dari itu, setelah tadi ditolong oleh beberapa pekerja di rumahnya akhirnya Kara bisa dibawa ke rumah sakit. Ora benar-benar ingin tahu apa yang men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN