Bab 44

1852 Kata

Karya dan cinta seperti layaknya kaki kiri dan kanan yang berjalan seiringan. Hal pertama kali yang Ora lihat ketika membuka kedua matanya adalah kekosongan. Ranjang sampingnya tempat Kara semalam tertidur sudah tidak berpenghuni lagi. Kemudian ketika dia melihat ke arah lantai, pakaiannya masih berserakan dimana-mana bekas aksi gilanya Kara semalam. Lalu yang menjadi pertanyaan, dimana Kara berada sekarang? Apa semalam hanya mimpi? Tapi sakitnya masih terasa. Selangkangannya perih seperti robek sana sini. Belum lagi punggungnya terasa remuk karena dibanting ke sana ke sini oleh Kara. Bahkan area sekitar dadanya merah keunguan akibat keganasan bibir Kara. Ya Tuhan, suaminya itu benar-benar lepas kontrol semalam. Bilangnya akan pelan-pelan dan tidak akan meninggalkan bekas. Tapi lihatla

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN