Dalam pertemanan banyak kenangan. Tetapi dalam perkawinan banyak desahan dan kenikmatan. Nesya masih sibuk bertolak pinggang memperhatikan Ora yang sedang sibuk menceboki Idni. Bocah kecil itu mengadu ingin pipis, namun ternyata ketika Ora mengantarkannya ke kamar mandi serangan lanjutan terjadi. Dari p****t bocah itu bertaburan serangan maha dasyat dari bulatan-bulatan yang baunya sangat mematikan. Ora yang merasa dibohongi Idni mendadak geram. Tetapi ketika diberikan senyuman tak bersalah dari Idni, lenyap sudah kemarahannya. Akh, mana bisa Ora marah dengan Idni. Berkat anak ini juga Ora menjadi suka dengan anak-anak. Dulu mah boro-boro. Dengan telaten Ora membersihkan sisa-sisa kotoran Idni dipantatnya. Belum lagi Ora masih saja diserang dengan gas beracun yang munculnya secara tib

