Baru jadi cowok kaya sudah jual mahal. Padahal mereka tahu kalau cewek sukanya sama yang diskonan. Ora menciut setelah berteriak cukup keras, kini semua mata tertuju padanya. Meneliti dari atas sampai bawah tubuh Ora lalu beralih kepada Kara. Laki-laki itu diam saja. Tidak berkutik untuk membenarkan atau membantah. Dia masih mencoba menyadarkan diri kalau Ora juga mau dengannya. "Ops, kayaknya aku salah" cicit Ora lemah. Padahal dia ingin sekali Kara membenarkan kalimat makiannya. Dia ingin sekali diakui sebagai kekasih hati di depan Ela. Tapi memang jalan nasibnya buruk. Laki-laki supir ini malah diam tak bergeming. Kedua matanya melirik Kara di tempat tanpa pergerakan. Oke fix, dia salah berarti tadi. Sebelum ditikam banyak pedang yang panjang. Lebih baik Ora kabur lebih dulu. Bar

