Di dalam kamar bernuasa putih dan peach, Anggun Qaisha Dimitri sudah siap dengan dress di bawah lutut berwarna hitam dengan potongan kerah shanghai. Make-up tipis dan rambut yang di curly ia ikat naik kuncir kuda. Malam ini Anggun benar-benar terlihat begitu cantik dan anggun seperti namanya. Merasa sudah pas dan tidak ada yang kurang, gadis itu pun turun memilih keluar kamar dan turun ke bawah. Di sana ia langsung bertemu dengan Albert ayahnya yang menatapnya dengan senyum merekah. Dan rupanya beliau tidak sendirian, sudah ada seseorang yang akan mengajaknya keluar malam ini dan sosok tampan itu tengah memandangnya tanpa kedip. Dia, Axell Wiradhana. "Om." Cicitnya pelan. Anggun melangkah mendekat ke arah ruang tamu dimana keduanya berada. Gadis itu menatap Axel lalu berujar. "Maaf, O

