"Pagi Anggun." Merasa di panggil gadis itu pun menoleh ke samping. Ada sosok Putra yang berjalan mendekatinya dengan senyum menawan pemuda itu. "Oh, pagi Kak." Balasnya menyapa. Putra masih menatapnya dengan mimik wajah ramah, hal yang sedikit membuat Anggun tidak nyaman. Ia tidak mau membuat Putra terlalu berharap apalagi masih berusaha mendekatinya. "Ada jam pagi?" Tanya pemuda itu yang di balas anggukan gadus cantik itu cepat. "Iya, Kak." "Kak Putra sendiri? Ada kuliah pagi?" Lanjutnya bertanya sekadar basa-basi. "Oh, nggak aku mau ketemu pak Aland aja hari ini." Ucap pemuda itu memberitahu. Manggut-manggut mengerti, Anggun berusaha bersikap sewajarnya kepada katingnya tersebut. Tidak ingin bersikap berlebihan. "Good luck ujiannya ya, aku ke sana dulu." Pamit pemuda itu sopan.

