CHAPTER 15 : JADI NAPI

1921 Kata

Sehari sebelumnya. Starla sedang memperhatikan wajah Selina yang pucat. Beberapa kali ia mendengus karena Selina tetap ingin berangkat ke kantor padahal sahabatnya itu kurang sehat. Selina mengalami siklus bulanan yang menyiksa. Bagaimana tidak menyiksa? Yang Starla tahu ketika Selina sedang menstruasi, dia bisa sampai pingsan karena menahan nyeri. Siklus bulanan sahabatnya itu juga tidak teratur. "Selina benaran mau ke kantor? Mending di rumah aja. Kalau pingsan dan membuat heboh satu kantor, gimana?" "Aku tuh OG walaupun pingsan enggak bakal bikin heboh. Kalau sakitnya muncul aku bakal istirahat. Aku juga bawa obat nyeri." Starla tetap tidak yakin, sahabat sekaligus adik iparnya ini bisa baik-baik saja di kantor. "Tapi, diantar sama Pak Sur naik mobil, ya?" "Enggak perlu, La. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN