Semalaman Auris sulit untuk tidur. Dia berharap pagi ini wajahnya tidak terlihat menyedihkan. Kemudian bergegas untuk mandi agar bisa segera mengurus paspor dan meninggalkan tempat ini. Ketika melangkah ke kamar mandi ia melihat satu bungkus kripik kentang yang masih utuh. Meraihnya dengan kasar. Merobek bungkusnya lalu menuangkan isinya ke dalam tempat sampah. "Kamu sama aja seperti kripik kentang ini. Renyah, nikmat, tapi kebanyakan penyedap, jadi... kalo kebanyakan juga membosankan." Terus mengingat wajah pemberinya saat menuangkan hingga menjejalkan kemasannya di dalam sana. Setelah mandi ia mendengar Damian mengetuk pintunya dan menanyakan, "kamu ingin sarapan di mana?" "Terserah aku," jawabnya asal saja. Ia akan sarapan di luar kamar tapi tidak secepat ini. Ti

