Aku berharap dia meruntuhkan ego yang setinggi apa agar mengejarku kembali ke Indonesia. Namun yang terjadi aku yang KEMBALI... SENDIRI... ___ Auris terus berjalan di cuaca dingin, mengeratkan mantel tebalnya. Ia terus melangkah tak tahu arah hanya untuk membiarkan menjauh dari Damian yang tetap mengikutinya. Ini malam terakhir, besok dia akan pulang untuk penerbangan pertama. Auris memutuskan untuk berjalan- jalan setelah makan malam bersama Daren. Berdiam diri di kamar membuatnya selalu memikirkan Damian dan ego-nya. "Damian!" "Damian!" "Damian!" "Itu aja yang kamu pikirkan Auris." Sepanjang jalan ia merutuki diri sendiri. Ia terus berjalan. Cuaca malam sedang dingin. Ia memakai mantel dan topi rajut. Ia hanya akan sekedar berkeliling sebentar lalu kemb

