Auris baru saja kembali pada kamar mewah pribadinya ketika wajah dan nama Damian muncul di layar handphone. Dia mendengus kesal lalu melempar asal saja ke ranjangnya. Melanjutkan niatnya untuk mandi dan berendam. Hampir lima belas menit ia menyelesaikan berendamnya. Setelah selesai berpakaian langsung saja melihat handphone yang sudah mendapatkan puluhan kali panggilan dan satu pesan suara dari Damian. "Auris dengarkan aku sebentar saja," suaranya terdengar ketika pesan suara dibuka. Auris tak membalas namun Damian kembali menelepon. Ia menerima tanpa bicara. "Please, dengarkan aku," suaranya mulai terdengar. "Tiga menit dari sekarang." "Apa yang kamu inginkan dari aku untuk hubungan kita?" "... Kamu hanya selalu menanyakan apa yang aku inginkan. Bukan melaku

