22. Auristela-Grandma (ll)

744 Kata

   Hari hampir subuh, namun Damian masih setia menemani Tuan Putri yang tertidur di ayunan. Sesekali memandangi wajah lelap di sampingnya. Hatinya bertanya apakah mimpi buruk itu masih sering datang dalam tidurnya. Damian membenarkan selimut untuk Auris ketika gadis itu bergerak. Damian menoleh ke belakang ketika menemukan bayangan Grandma.    "Kenapa dibiarkan?" suara renta itu terdengar sangat pelan.     "Aku menjaganya Grandma."    "Bukan itu masalahnya, dia bisa pegal-pegal saat terbangun nanti. Bangunkan dia untuk pindah ke kamar."    "Grandma kenapa bangun?" tanya Damian saat dia berdiri mendekat.    "Ini sudah hampir subuh Damian." Kembali memandang dengan tidak nyaman kepada Auris yang tidur di ayunan. "Kasihan dia. Cepat bangunkan."    "Gadis manja ini sudah sering aku gendo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN