37. Damian-Auris...

557 Kata

Damian, sayang, aku sangat takut saat ini. Saat aku berhadapan dengan kematian--aku lebih takut membuat kamu kehilangan aku, bukan pada kematian aku sendiri. Kemarin malam aku baru saja menghapus air mata kamu saat masih bisa menangisi kepergian orangtua kamu. Bagaimana bisa aku membuat kamu kehilangan aku malam ini. Aku nggak akan membiarkan kamu hancur karena kehilangan aku di saat kita akan bertunangan. Auris menangis lirih di tengah persembunyiannya. Ya Allah, jangan pisahkan takdir kami yang baru saja ingin kami ikat dengan halal... Auris bergeser ke sisi kanan ketika mendengar tapak kaki semakin dekat. Menutup mulutnya agar tak mengeluarkan napas kasar. "Gadis bodoh, percuma saja kamu sembunyi!" Suara Ferhad sangat marah. "Aku pasti akan menemukan kamu!" Auris merasakan seluruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN